VIVA – Tersingkirnya Manchester United dari Piala FA 2025/2026 menjadi pukulan telak bagi klub yang sarat sejarah.
Setan Merah harus angkat koper lebih awal setelah kalah 1-2 dari Brighton pada babak ketiga di Stadion Old Trafford, Minggu 11 Januari 2026 hasil yang kembali menegaskan jauhnya MU dari standar kejayaan masa lalu.
Pelatih sementara Manchester United, Darren Fletcher, tak menampik kekecewaan tersebut. Namun, ia menegaskan bahwa musim belum sepenuhnya berakhir.
Menurut Fletcher, MU masih memiliki satu target besar yang layak diperjuangkan, yakni tiket Liga Champions—kompetisi yang selama puluhan tahun menjadi “rumah” bagi klub raksasa Inggris itu.
“Saat ini jelas bukan momen yang bagus. Kami tersingkir dari kompetisi piala lebih awal. Tapi seperti yang sudah saya katakan, masih ada tempat di Liga Champions yang bisa kami perjuangkan,” ujar Fletcher.
Bagi klub dengan sejarah panjang sebagai penguasa Inggris dan Eropa, absen dari Liga Champions adalah luka yang terus menganga. Fletcher menyadari betul, finis di empat besar Premier League bukan sekadar target biasa, melainkan kewajiban historis Manchester United.
“Dengan kualitas yang kami miliki, posisi kami di liga, serta ketatnya persaingan, masih ada banyak pertandingan yang bisa dimanfaatkan untuk mencapai target itu,” katanya.
Fletcher juga memahami kekecewaan dan kemarahan suporter yang kembali melihat MU gagal di kompetisi domestik. Namun, ia meminta para pemain untuk menutup telinga dari tekanan eksternal dan fokus membangun kembali tim yang sempat disegani di Eropa.
“Tantangannya adalah meningkatkan diri sebagai tim, berkembang dengan cepat, dan tidak menyia-nyiakan musim ini. Itulah fokus utama kami,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa para pemain harus kembali mengingat identitas klub yang mereka bela—sebuah klub dengan sejarah panjang, tradisi juara, dan ekspektasi tinggi di setiap musim.
“Itulah tantangan yang bisa dicapai para pemain tahun ini. Selebihnya hanyalah kebisingan. Energi harus diarahkan ke hal-hal yang benar,” kata Fletcher.
Sebagai pelatih karteker, Fletcher sadar waktu yang dimilikinya sangat terbatas. Namun, ia ingin memanfaatkan momen tersebut untuk membawa MU kembali ke jalur yang sesuai dengan reputasi besarnya.




