Gurita Bisnis Hashim Adik Prabowo Garap Proyek Migas, Kripto hingga Teknologi

katadata.co.id
6 jam lalu
Cover Berita

Hashim Djojohadikusumo adik Presiden RI Prabowo Subianto, terus memperluas jejak bisnisnya di berbagai sektor strategis di Indonesia. Bisnis Hashim kini tersebar di lini minyak dan gas, teknologi hingga telekomunikasi. 

Pada kuartal keempat 2025, Arsari Group milik Hashim Djojohadikusumo masuk ke salah satu proyek gas terbesar di Natuna Barat. Melalui anak usahanya PT Nations Natuna Barat (Nations), Arsari merampungkan akuisisi 75% hak partisipasi atau participating interest (PI) di Blok Duyung, Cekungan West Natuna, Kepulauan Riau. 

Blok migas tersebut mengelola lapangan gas Mako, yang saat ini dikembangkan oleh perusahaan migas asal Australia, Conrad Asia Energy Ltd dalam skema Kontrak Bagi Hasil Produksi (PSC) Duyung. Adapun aksi korporasi itu ditargetkan rampung sebelum tanggal batas akhir pada kuartal ketiga 2026. 

Berdasarkan laporan Conrad Asia Energy, Conrad bersama anak usahanya West Natuna Exploration Limited (WNEL), menandatangani perjanjian dengan PT Nations Natuna Barat (Nations) pada November 2025 lalu. Selain mengambil saham mayoritas, Nations juga akan menyediakan pendanaan untuk 100% biaya pengembangan Lapangan Gas Mako serta modal kerja.  

Dalam skemanya Nations membiayai porsi 75% biaya PSC dan sekaligus menanggung bagian WNEL hingga fase pertama pengembangan Mako. Adapun Arsari Group bakal membayar ke WNEL sebesar US$ 16 juta atau sekitar Rp 268,88 miliar (kurs: Rp 16.805 per dolar AS) untuk 75% PI. Pembayaran itu bakal dibayar dalam tiga tahap, pertama senilai US$ 5 juta atau Rp 84,02 miliar pada kuartal pertama 2026 setelah syarat pendahuluan terpenuhi. 

Kedua sebanyak US$ 4 juta atau Rp 67,22 miliar pada kuartal ketiga 2026 setelah transaksi tuntas. Ketiga US$ 7 juta atau senilai Rp 117,63 miliar pada saat produksi komersial pertama pada kuartal keempat 2027.

Total dana yang dibutuhkan untuk membawa Lapangan Gas Mako sampai tahap produksi pertama diperkirakan mencapai US$ 320 juta atau Rp 5,37 triliun. Skema pendanaan melalui CLA sudah disiapkan untuk menutup kebutuhan dana bagian WNEL, termasuk uang muka proyek, cadangan jika biaya membengkak, bunga selama masa pembangunan, serta modal kerja. Selain itu produksi gas pertama dari Lapangan Mako tetap ditargetkan mulai berjalan pada kuartal keempat 2027.

Masuknya Arsari Group di Bursa Kripto

Tak hanya di lini migas, Arsari Group kini menjadi salah satu pemegang saham PT Indokripto Koin Semesta Tbk (COIN). Hashim masuk melalui entitas investasinya, PT Arsari Nusa Investama. 

Wakil Direktur Utama sekaligus Direktur Operasional Arsari Group, Aryo P.S. Djojohadikusumo, mengatakan investasi tersebut merupakan bentuk komitmen Arsari dalam mendukung percepatan transformasi digital di Indonesia. 

Selain itu ia menyebut visi Arsari Group sejalan dengan COIN dan dua anak usahanya. Aryo mengatakan entitas bisnis COIN yaitu PT Central Finansial X (CFX) serta PT Kustodian Koin Indonesia (ICC) telah mengantongi izin serta berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Menurutnya COIN memiliki pondasi bisnis yang solid dan ekosistem kripto yang lengkap.  

Selain itu COIN juga dinilai memiliki kesiapan yang kuat untuk menjadi katalis dalam pembangunan industri aset digital nasional termasuk aset kripto. 

“Investasi ini bukan hanya tentang nilai ekonomi, tetapi tentang membangun kedaulatan digital Indonesia yang mampu menghasilkan inovasi dan nilai tambah bagi ekonomi nasional,” ujar Aryo dalam keterangan resminya, Rabu (10/12). 

Garap Lini Teknologi dan Telekomunikasi

Di sektor teknologi, Hashim Djojohadikusumo masuk dalam emiten PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) atau Surge. WIFI merupakan perusahaan digital berbasis di Indonesia yang menawarkan layanan periklanan, produk dan layanan digital, serta jaringan serat optik.  

Pada semester II 2025 lalu WIFI memenangkan lelang pita frekuensi 1.4 GHz Broadband Wireless Access (BWA) untuk Region 1 yang mencakup Pulau Jawa, Papua, dan Maluku. Kementerian Komunikasi dan Digital melalui Tim Seleksi 1.4 GHz menetapkan anak usaha Surge, PT Telemedia Komunikasi Pratama, sebagai pemenang untuk Region 1 dengan nilai penawaran sebesar Rp 403,76 miliar.

Selain itu perusahaan Hashim belum lama ini mengumumkan masuk ke bisnis fiber. Entitas bisnis milik Hashim Arsari Group menggandeng Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) dan Northstar Group untuk membangun perusahaan infrastruktur serat optik. Kerja sama dilakukan dengan skema kemitraan strategis dengan membuat perusahaan patungan bernama FiberCo. 

Lewat kerja sama ini ketiga perusahaan mendirikan FiberCo dengan nilai perusahaan mencapai Rp 14,6 triliun. Deputy CEO and COO Arsari Group, Aryo PS Djojohadikusumo mengungkap kerja sama ini akan memberikan dampak jangka panjang untuk ketiga entitas bisnis. 

“Kolaborasi ini membuka nilai dari aset yang ada, sekaligus mobilisasi modal jangka panjang untuk menjawab kesenjangan fixed product di Indonesia,” kata Aryo dalam konferensi pers di kantor pusat Indosat, di Jakarta Pusat, Selasa (23/12).  

Dalam kemitraan tersebut, Indosat berencana memisahkan hampir seluruh aset fiber optik domestiknya. Perusahaan baru ini selanjutnya akan beroperasi sebagai platform infrastruktur fiber optik independen dan berakses terbuka (open-access).

“Kami mengumumkan investasi di digital infrastructure fiber yang independen di Indonesia. Ini juga akan kami padukan dengan investasi Arsari di clean energy, atau energi terbarukan yang nanti akan kami bangun di seluruh Indonesia,” ujar Aryo lagi. 

Merujuk white paper pendirian FiberCo diketahui akan mengelola jaringan serat optik terintegrasi sepanjang lebih dari 86 ribu kilometer, mencakup backbone nasional, kabel laut domestik, serta jaringan akses ke menara telekomunikasi dan kawasan bisnis. Perusahaan juga tercatat akan mengoperasikan 45% jaringan di Pulau Jawa dan 55% jaringan luar Jawa. 

Struktur kepemilikan FiberCo dirancang dengan Indosat mempertahankan sekitar 45% saham. Selanjutnya sekitar 45% lainnya dimiliki bersama oleh Arsari Group dan Northstar Group. Sementara itu sebagian kecil saham dilepas ke publik melalui mekanisme free float atau beredar bebas di publik. 

Meski sudah menjelaskan skema kepemilikan saham, baik Indosat maupun Arsari belum mengungkap status perusahaan FiberCo yang didirikan. Perusahaan tidak menyebut secara spesifik rencana untuk melantai di bursa efek indonesia melalui pencatatan saham perdana atau initial public offering (IPO). 

Dalam white paper perusahaan hanya memastikan bahwa saham perusahaan nantinya akan diarahkan untuk tercatat di bursa efek Indonesia.  Selain itu tentang kapan rencana tercatat di BEI belum diungkap kepada publik. 

Lebih jauh mengenai skema yang akan diambil, Indosat dalam keterbukaan informasi di BEI menyebutkan aksi lanjutan akan ditentukan kemudian. Namun perusahaan mengindikasikan akan ada pengambilalihan atas FiberCo yang secara tidak langsung melalui suatu perusahaan terbuka yang sahamnya tercatat di Bursa Efek Indonesia. 

“Transaksi tersebut akan mengakibatkan Para Pihak menjadi pemegang saham secara langsung di PT Tbk dan selanjutnya PT Tbk akan memiliki mayoritas saham di dalam Perusahaan Target,” tulis manajemen Indosat dari keterbukaan informasi. 

Selanjutnya para pihak akan melakukan serangkaian transaksi yang mencakup pengalihan Aset ke dalam Perusahaan Target dan pengambilalihan Perusahaan Target oleh PT Tbk melalui kombinasi utang dan penyetoran modal dalam bentuk non-tunai. Juga terbuka opsi setoran modal secara tunai yang diperoleh melalui penambahan  modal dengan memberikan hak memesan efek terlebih dahulu oleh PT Tbk. 

Meski begitu, manajemen menyatakan perjanjian investasi ini merupakan dokumen awal sebagai kerangka atas pelaksanaan rencana transaksi. Selanjutnya tahapan transaksi akan bergulir sesuai mekanisme. 

Lebarkan Sayap ke Bisnis Properti

Di sektor properti jejak Hashim melebarkan sayap bisnis lewat anaknya Rahayu Saraswati Djojohadikusumo. Rahayu baru-baru ini diangkat menjadi Komisaris Utama PT Perintis Triniti Properti Tbk (TRIN) atau Trinland melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar pada 2 Desember 2025 lalu. 

Keponakan Presiden Prabowo Subianto itu menilai TRIN memiliki potensi besar, baik dari visi, kekuatan tim, maupun proyek yang sedang dikembangkan. Ia melihat Trinland memiliki peran dalam menyediakan ruang hidup bagi masyarakat.  

Menurut Saraswati, TRIN bukan hanya perusahaan properti, tetapi juga platform yang menghadirkan ruang hidup berbudaya, berkelanjutan, dan memberikan nilai tambah bagi generasi mendatang. Hal ini menjadi pembeda Trinland dengan perusahaan sejenis.   

“Saya berharap kita dapat membangun masa depan yang lebih baik dan menghadirkan inovasi yang berdampak bagi banyak orang,” ujarnya.  

Co-Founder & Group CEO Perintis Triniti Properti, Ishak Chandra, menyampaikan pengangkatan Rahayu Saraswati merupakan langkah strategis untuk memperkuat fondasi pertumbuhan perseroan yang lebih agresif, adaptif, dan visioner di tengah dinamika industri properti.  

Pengalaman lintas sektor yang dimiliki Rahayu dinilai dapat meningkatkan kapasitas pengembangan portofolio proyek, baik dari sisi komersial maupun aspek sosial dan budaya. Dia mengatakan Rahayu membawa visi serta sudut pandang baru yang selaras dengan arah transformasi Trinland sehingga dapat menjadi partner strategis penting bagi perusahaan.  

“Kehadiran Saraswati memperkuat keyakinan kami agar TRIN siap melangkah ke tahap pertumbuhan berikutnya dan menghadirkan standar yang lebih tinggi dalam pengembangan properti di Indonesia,” kata Ishak dalam keterangan tertulisnya, Kamis (4/12). 




Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Bersih Maksimal dan Hemat Energi! Ini 5 Mesin Cuci Panasonic Terbaik 2026
• 3 jam lalumatamata.com
thumb
Kasus Dugaan Korupsi PT Wanatiara Persada, KPK Tak Tutup Peluang Periksa Pejabat Maluku Utara
• 7 jam lalumerahputih.com
thumb
Bulog Sulsel-Sulbar “Borong” Penghargaan Swasembada Pangan Tahun 2025
• 9 jam laluharianfajar
thumb
Kebakaran Tempat Biliar di Surabaya, Api Diduga dari Korsleting Listrik
• 9 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Menagih Keseriusan Manajemen PSM Makassar: Carlos Fortes dan Matheus Pato, Dua Bomber yang Bisa Menjawab Kebutuhan Tomas Trucha
• 8 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.