Jakarta, tvOnenews.com - Virus merupakan agen infeksius berukuran sangat kecil yang hanya dapat berkembang biak di dalam sel hidup. Meski ukurannya mikroskopis, dampak infeksi virus bisa sangat besar bagi kesehatan manusia, mulai dari gejala ringan seperti demam dan pilek, hingga kondisi serius yang mengancam nyawa.
Infeksi virus dapat menyerang siapa saja. Namun, sejumlah kelompok masyarakat memiliki risiko lebih tinggi untuk tertular dan mengalami gejala yang lebih berat. Kerentanan ini tidak terjadi tanpa sebab. Faktor usia, kondisi kesehatan, sistem kekebalan tubuh, hingga lingkungan dan gaya hidup berperan besar dalam menentukan kemampuan tubuh melawan virus.Memahami kelompok yang paling rentan menjadi langkah penting agar upaya pencegahan dan perlindungan bisa dilakukan secara lebih tepat sasaran. Berikut kelompok masyarakat yang memiliki risiko lebih tinggi terhadap infeksi virus.
1. Orang dengan Sistem Kekebalan Tubuh LemahIndividu dengan daya tahan tubuh rendah lebih mudah terinfeksi virus karena tubuh tidak mampu melawan patogen secara optimal. Kondisi ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain:
-
Penyakit kronis seperti HIV/AIDS, kanker, dan diabetes
-
Pengobatan tertentu, seperti kemoterapi atau obat imunosupresan
-
Kekurangan gizi akibat asupan nutrisi yang tidak mencukupi
-
Stres berkepanjangan dan kurang istirahat
Sistem imun yang lemah membuat infeksi virus lebih mudah berkembang dan berisiko menimbulkan komplikasi.
2. LansiaSeiring bertambahnya usia, kemampuan sistem kekebalan tubuh akan menurun secara alami. Kondisi ini membuat lansia lebih rentan terhadap berbagai infeksi virus, terutama virus yang menyerang saluran pernapasan seperti influenza dan COVID-19.
Data menunjukkan, sekitar 70 hingga 85 persen kematian akibat flu musiman terjadi pada kelompok usia 65 tahun ke atas. Oleh karena itu, langkah pencegahan seperti vaksinasi dan pemantauan kesehatan rutin menjadi sangat penting bagi lansia.
3. Anak-anak dan BalitaAnak-anak, khususnya balita, memiliki sistem kekebalan tubuh yang masih dalam tahap perkembangan. Akibatnya, mereka lebih mudah terserang infeksi virus dan dapat mengalami infeksi berulang hingga delapan sampai 12 kali dalam setahun.
Beberapa penyakit akibat virus yang umum dialami anak-anak meliputi:



