Krisis Iran Memanas, Trump Buka Peluang Operasi Militer

bisnis.com
9 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA - Presiden AS Donald Trump mempertimbangkan opsi militer hingga sanksi terhadap Iran di tengah gelombang protes mematikan, meski Teheran membuka peluang perundingan.

“Kami menanganinya dengan sangat serius. Militer juga sedang mengkaji, dan kami mempertimbangkan sejumlah opsi yang sangat kuat. Kami akan mengambil keputusan,” ujar Trump kepada wartawan di pesawat Air Force One saat kembali ke Washington dari kediamannya di Mar-a-Lago, Florida dilansir dari Bloomberg, Senin (12/1/2026).

The Wall Street Journal melaporkan, Trump dijadwalkan bertemu dengan para pejabat senior pemerintahannya pada Selasa (13//2026) waktu setempat untuk membahas respons terhadap demonstrasi di Iran.

Opsi yang dipertimbangkan mencakup serangan militer, penggunaan senjata siber, hingga pengenaan sanksi terhadap Teheran. Ketua Kepala Staf Gabungan AS Jenderal Dan Caine disebut akan turut hadir dalam pertemuan tersebut.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display("div-gpt-ad-parallax"); });

Aksi protes massal yang melanda berbagai wilayah Iran—dipicu krisis mata uang dan kemerosotan ekonomi, namun kian mengarah pada penolakan terhadap sistem pemerintahan—dinilai sebagai tantangan paling serius bagi Republik Islam Iran sejak Revolusi 1979.

Menurut Human Rights Activist News Agency, sedikitnya 540 orang tewas dan lebih dari 10.000 orang ditangkap dalam rangkaian demonstrasi yang terjadi di 186 kota di 31 provinsi Iran. Pembatasan komunikasi yang meluas menyulitkan pemantauan skala penuh pergerakan protes.

Baca Juga

  • Dunia Makin Panas, Iran Berani Ancam Balik AS dan Israel
  • Kerusuhan Iran Tewaskan 500 Orang, Teheran Ancam Serang Pangkalan AS
  • Iran Memanas, Bentrokan Pecah, Internet Putus Total, Khamenei Tolak Mundur

Amerika Serikat dan Iran telah memutuskan hubungan diplomatik sejak 1980, setelah mahasiswa militan Iran menyerbu Kedutaan Besar AS di Teheran pada November 1979 dan menyandera staf diplomatik Amerika selama 444 hari.

Trump mengatakan para pemimpin Iran menghubungi Washington pada Sabtu untuk membuka jalur negosiasi. “Sebuah pertemuan sedang disiapkan,” ujarnya tanpa merinci lebih lanjut. 

Namun, dia menegaskan AS bisa bertindak lebih dulu sebelum pertemuan terlaksana.

Trump juga menyebut AS menjalin komunikasi dengan kelompok oposisi Iran dan tengah mempertimbangkan upaya memulihkan akses internet di negara tersebut, termasuk melalui layanan satelit Starlink milik Elon Musk.

“Kami mungkin bisa menyalakan kembali internet, jika memungkinkan. Saya akan menghubungi Elon Musk segera setelah ini," kata Trump.

Meski Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyerukan dialog dan pendekatan persuasif, sejumlah pejabat lain memperingatkan kemungkinan pengadilan cepat hingga penerapan hukuman mati seiring meluasnya kerusuhan dan meningkatnya korban jiwa.

Trump secara terbuka menyatakan dukungannya kepada para demonstran dan memberi sinyal kemungkinan aksi militer AS terhadap rezim Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei, yang memicu kekhawatiran di kalangan sekutu maupun rival Washington.

“Iran sedang menatap kebebasan, mungkin seperti belum pernah terjadi sebelumnya. Amerika Serikat siap membantu!!!” tulis Trump di media sosial, Sabtu akhir pekan lalu.

Menanggapi pernyataan tersebut, Iran memperingatkan akan melakukan pembalasan terhadap Amerika Serikat dan Israel jika terjadi serangan.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Wagub Sumbar tegaskan air sinkhole mengandung bakteri E-Coli
• 11 jam laluantaranews.com
thumb
Kolaborasi WIKA-WEGE Dukung Kementerian PU Percepat Pembangunan Huntara Modular di Aceh Tamiang
• 3 jam lalukompas.com
thumb
Sidang Korupsi Chromebooks, Nadiem Salami Eks Dirut ASDP Ira Puspadewi
• 10 jam laluokezone.com
thumb
Hujan Deras, Lalu Lintas Tol Jagorawi Arah Haklim Macet Pagi Ini
• 15 jam lalukompas.com
thumb
Bahlil: Setelah 32 Tahun, Indonesia Kembali Resmikan Revitalisasi Kilang
• 7 jam lalutvrinews.com
Berhasil disimpan.