INTENSITAS hujan yang tinggi sejak Senin pagi memicu genangan air di sejumlah titik ibu kota. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta melaporkan bahwa hingga Senin siang, tercatat sebanyak 22 Rukun Tetangga (RT) dan 33 ruas jalan terendam banjir.
Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD DKI Jakarta, Mohamad Yohan, mengonfirmasi bahwa personel di lapangan telah dikerahkan secara maksimal untuk memantau situasi dan mempercepat penanganan genangan.
"Per pukul 11.00 WIB, cakupan wilayah terdampak meluas hingga mencakup 22 RT di wilayah Jakarta Utara, Jakarta Timur, dan Jakarta Selatan," jelas Yohan dalam keterangan resminya.
Daftar Wilayah Terdampak Banjir
Luapan sungai dan curah hujan ekstrem menjadi penyebab utama banjir di beberapa kelurahan. Berikut adalah rincian wilayah yang terendam:
1. Jakarta Selatan (19 RT)Kelurahan Cilandak Timur: 3 RT (Ketinggian 95 cm - Luapan Kali Krukut)
Kelurahan Pondok Labu: 2 RT (Ketinggian 80 cm - Luapan Kali Krukut)
Kelurahan Cipete Utara: 3 RT (Ketinggian 70 cm - Luapan Kali Krukut)
Kelurahan Pela Mampang: 9 RT (Ketinggian 50 cm - Luapan Kali Krukut)
Kelurahan Cilandak Barat: 1 RT (Ketinggian 40 cm)
Kelurahan Duren Tiga: 1 RT (Ketinggian 40 cm)
2. Jakarta Timur (1 RT)Kelurahan Rawa Terate: 1 RT tergenang setinggi 40 cm akibat hujan lebat.
3. Jakarta Utara (2 RT)Kelurahan Tanjung Priok: 2 RT terdampak dengan ketinggian air 20 cm dan saat ini masih dalam proses penanganan petugas.
Kondisi Lalu Lintas: 33 Jalan TergenangSelain pemukiman warga, banjir juga memutus akses di 33 ruas jalan dengan level ketinggian air antara 10 hingga 55 cm. Kondisi ini memaksa para pengendara, baik roda dua maupun roda empat, untuk melambatkan laju kendaraan demi keselamatan.
Beberapa titik jalan yang tergenang cukup signifikan meliputi kawasan Pegangsaan Dua, Kelapa Gading, hingga jalur arteri di Sunter Jaya dan Kebon Bawang. Di Jakarta Selatan, gangguan lalu lintas terjadi di sepanjang Jalan Raya Jagakarsa dan Balai Rakyat.
BPBD DKI Jakarta mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan memantau perkembangan cuaca serta status pintu air melalui aplikasi resmi atau kanal informasi pemerintah daerah guna mengantisipasi kenaikan debit air susulan. (Ant/I-1)





