Grid.ID - Di tengah polemik yang menyeret nama Inara Rusli dan Virgoun yang terus bergulir dan menjadi sorotan publik, Eva Manurung justru menunjukkan sisi keibuan yang menyentuh. Ibunda Virgoun itu menyampaikan pesan penuh cinta untuk sang anak di tengah badai masalah yang sedang dihadapinya.
Dikutip dari tayangan Youtube Reyben Entertainment, Eva Manurung menegaskan bahwa sebesar apa pun konflik yang terjadi, kasih seorang ibu kepada anaknya tak pernah berubah. Ia mengaku hanya bisa mendoakan yang terbaik untuk Virgoun.
“Buat Virgoun anakku sayang, Mami cuma bisa bilang I love you,” ujar Eva dikutip Grid.ID melalui akun Youtube Reyben Entertaimnet, Senin (12/01/2026).
Eva menyadari berbagai tudingan dan komentar publik terus mengarah kepada Virgoun. Namun ia meminta sang anak untuk tetap fokus menjalani hidup dan menjalankan tanggung jawabnya sebagai seorang ayah.
“Biarin aja dia ngomong apa, yang penting lu kerja cari nafkah buat anak-anak,” lanjut Eva.
Menurut Eva, anak-anak adalah prioritas utama yang tidak boleh dikorbankan di tengah konflik orang dewasa. Ia berharap Virgoun tetap kuat dan tidak larut dalam polemik yang berkepanjangan.
Eva juga menyampaikan harapannya agar cucu-cucunya kelak tumbuh menjadi pribadi yang sukses dan bahagia, terlepas dari masalah rumah tangga yang kini menjadi konsumsi publik.
“Harapan Mami cuma satu, cucu-cucu Mami sukses semua,” ungkapnya.
Meski sempat melontarkan kritik dan kekecewaan dalam berbagai pernyataan sebelumnya, Eva menegaskan bahwa semua itu dilandasi rasa sayang dan kepedulian sebagai orang tua.
Baginya, Virgoun tetaplah anak yang ia cintai, apapun yang terjadi. Eva pun mengaku tak ingin konflik ini membuat hubungan ibu dan anak semakin renggang.
“Saya ini ibunya. Mau bagaimanapun, doa ibu selalu menyertai,” kata Eva.
Di akhir pernyataannya, Eva Manurung kembali menekankan bahwa yang terpenting saat ini adalah masa depan anak-anak Virgoun. Ia berharap semua pihak dapat menahan ego demi kebaikan bersama.
Pesan menyentuh Eva Manurung untuk Virgoun ini pun menuai simpati publik, memperlihatkan sisi lain dari konflik panas yang selama ini lebih banyak dipenuhi emosi dan saling tuding. (*)
Artikel Asli



