Trump Klaim Iran Minta Negosiasi saat Gelombang Protes Mematikan Berlanjut

metrotvnews.com
6 jam lalu
Cover Berita

Washington: Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Minggu, 11 Januari 2026 mengatakan kepemimpinan Iran telah menghubunginya untuk “bernegosiasi”. Hal ini menyusul ancaman berulang Washington untuk melakukan intervensi militer jika Teheran terus menewaskan para pengunjuk rasa.

Selama dua pekan terakhir, Iran diguncang gelombang protes yang terus membesar meski menghadapi penindakan keras. Kelompok hak asasi manusia memperingatkan situasi tersebut telah berkembang menjadi sebuah “pembantaian”.

Aksi demonstrasi yang awalnya dipicu kemarahan terhadap melonjaknya biaya hidup kini berubah menjadi tantangan serius terhadap sistem teokrasi yang telah berkuasa sejak Revolusi 1979.

Baca Juga :

Gelombang Protes Iran Memanas, Pemerintah Ancam Perusuh dengan Hukuman Mati

Informasi dari dalam Iran tetap mengalir meski pemerintah memberlakukan pemadaman internet selama beberapa hari. Video-video dari Teheran dan kota-kota lain yang beredar dalam tiga malam terakhir menunjukkan demonstrasi besar terus berlangsung.

Dilansir dari Hurriyet Daily News, Senin, 12 Januari 2026, di tengah laporan meningkatnya jumlah korban tewas dan gambar jenazah yang terlihat menumpuk di luar sebuah kamar jenazah, Trump menyebut Teheran telah memberi sinyal kesiapan untuk berdialog.

“Para pemimpin Iran menelepon,” kata Trump kepada wartawan di dalam pesawat Air Force One, seraya menambahkan bahwa “sebuah pertemuan sedang disiapkan. Mereka ingin bernegosiasi.”

Namun ia juga menegaskan, “kami mungkin harus bertindak sebelum pertemuan itu.”

Pusat Hak Asasi Manusia di Iran (CHRI) yang berbasis di Amerika Serikat menyatakan telah menerima “kesaksian saksi mata dan laporan kredibel yang menunjukkan bahwa ratusan pengunjuk rasa telah tewas di seluruh Iran selama pemadaman internet saat ini.”

“Sebuah pembantaian sedang berlangsung,” kata lembaga tersebut.

Sementara itu, organisasi nonpemerintah Iran Human Rights (IHR) yang berbasis di Norwegia mengatakan telah mengonfirmasi sedikitnya 192 pengunjuk rasa tewas, meski jumlah sebenarnya diperkirakan jauh lebih tinggi.

“Laporan yang belum diverifikasi menunjukkan setidaknya beberapa ratus orang, dan menurut sejumlah sumber bahkan lebih dari 2.000 orang, mungkin telah terbunuh,” kata IHR.

Lebih dari 2.600 pengunjuk rasa juga dilaporkan telah ditangkap.

Sebuah video yang beredar pada Minggu memperlihatkan puluhan jenazah tergeletak di luar sebuah kamar jenazah di selatan Teheran. Rekaman tersebut, yang dilokalisasi oleh AFP di kawasan Kahrizak, menunjukkan jenazah terbungkus kantong hitam, dengan kerabat yang diduga mencari anggota keluarga mereka. Kota nyaris Lumpuh Di Teheran, seorang jurnalis AFP menggambarkan ibu kota dalam kondisi nyaris lumpuh. Harga daging hampir dua kali lipat sejak protes dimulai, dan banyak toko tutup. Toko yang tetap buka pun harus menutup lebih awal, sekitar pukul 16.00 atau 17.00, ketika aparat keamanan dikerahkan dalam jumlah besar.

Jumlah video protes yang beredar di media sosial pada Minggu terlihat berkurang, meski belum jelas sejauh mana hal itu dipengaruhi oleh pemadaman internet. Salah satu video yang banyak dibagikan menunjukkan massa kembali berkumpul di distrik Pounak, Teheran, sambil meneriakkan slogan yang mendukung monarki yang telah digulingkan.

Gelombang protes ini menjadi salah satu tantangan terbesar bagi kepemimpinan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei, 86 tahun, terutama setelah perang 12 hari Israel melawan Republik Islam pada Juni lalu yang didukung Amerika Serikat.

Televisi pemerintah menayangkan gambar gedung-gedung terbakar, termasuk sebuah masjid, serta prosesi pemakaman anggota aparat keamanan. 

Namun setelah tiga hari aksi besar-besaran, media pemerintah berupaya menampilkan gambaran situasi yang kembali tenang, dengan menyiarkan lalu lintas yang lancar pada Minggu. Gubernur Teheran Mohammad-Sadegh Motamedian menegaskan di televisi bahwa “jumlah protes menurun”.

Pemerintah Iran pada Minggu menetapkan tiga hari berkabung nasional untuk para “martir”, termasuk anggota pasukan keamanan yang tewas. Presiden Masoud Pezeshkian juga mengajak warga Iran mengikuti “pawai perlawanan nasional” pada Senin untuk mengecam kekerasan.

Menanggapi ancaman Trump, Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf mengatakan Iran akan membalas, dengan menyebut militer dan kapal Amerika Serikat sebagai “target sah” dalam pernyataan yang disiarkan televisi pemerintah. Seruan Berdiri Bersama Rakyat Reza Pahlavi, putra mendiang shah Iran yang kini bermukim di Amerika Serikat dan muncul sebagai figur oposisi, mengatakan dirinya siap kembali ke Iran untuk memimpin transisi demokratis.

“Saya sudah merencanakan itu,” ujarnya kepada Fox News pada Minggu.

Ia juga menyerukan aparat keamanan dan pegawai pemerintah untuk bergabung dengan para demonstran.

“Pegawai lembaga negara, serta anggota angkatan bersenjata dan pasukan keamanan, memiliki pilihan: berdiri bersama rakyat dan menjadi sekutu bangsa, atau memilih bersekongkol dengan para pembunuh rakyat,” tulisnya di media sosial.

Pahlavi juga meminta para pengunjuk rasa mengganti bendera di luar kedutaan-kedutaan Iran.

“Waktunya telah tiba bagi bendera-bendera itu untuk dihiasi dengan bendera nasional Iran,” kata Pahlavi.

Bendera pra-revolusi yang bersifat seremonial kini menjadi simbol aksi solidaritas global bagi para demonstran Iran. Di London, para pengunjuk rasa dilaporkan berhasil mengganti bendera di Kedutaan Besar Iran dengan bendera tiga warna yang digunakan pada masa pemerintahan shah terakhir.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
PSSI Datangkan Profesor Fisik Peraih Emas Olimpiade ke Timnas Indonesia
• 18 jam lalugenpi.co
thumb
Pastikan Kondisi Pascabencana, Tito Cek Langsung Infrastruktur di Aceh
• 38 menit laludetik.com
thumb
Indonesia bidik 82 emas di ASEAN Para Games 2025
• 5 jam laluantaranews.com
thumb
Kasus Gagal Bayar DSI Rp1,39 Triliun Masih Bergulir, OJK Dalami Indikasi Fraud
• 9 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Cerita Prabowo saat Tunjuk Simon Aloysius Jadi Dirut Pertamina
• 2 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.