Ikuti Jejak Indonesia, Malaysia Tangguhkan Akses AI Grok Milik Elon Musk

metrotvnews.com
16 jam lalu
Cover Berita

Kuala Lumpur: Pemerintah Malaysia resmi menangguhkan akses terhadap chatbot kecerdasan buatan (AI) Grok yang dikembangkan perusahaan milik miliarder asal Amerika Serikat (AS) Elon Musk. Keputusan tersebut diambil pada Minggu, 11 Januari 2026, setelah regulator teknologi setempat menemukan penyalahgunaan layanan untuk menghasilkan konten pornografi berbasis AI.

Langkah ini menyusul gelombang kritik global terhadap fitur pembuatan gambar Grok yang dinilai memungkinkan manipulasi foto perempuan dan anak-anak menjadi konten seksual hanya melalui perintah teks sederhana. Sebelumnya, Indonesia dilaporkan menjadi negara pertama di dunia yang memblokir total akses terhadap layanan tersebut pada Sabtu lalu.

Komisi Komunikasi dan Multimedia Malaysia MCMC menyatakan telah menginstruksikan pembatasan akses sementara terhadap Grok dengan efek segera. Berdasarkan uji coba di Kuala Lumpur, layanan tersebut dilaporkan tidak lagi merespons perintah pengguna.

“Tindakan ini diambil menyusul penyalahgunaan Grok secara berulang untuk menghasilkan gambar manipulasi yang cabul, eksplisit secara seksual, tidak senonoh, dan sangat menyinggung tanpa konsensus,” tulis MCMC dalam pernyataan resminya, seperti dikutip Channel News Asia, Senin, 12 Januari 2026.

Regulator juga menyoroti bahwa konten bermasalah tersebut tetap muncul meski peringatan formal telah disampaikan kepada X Corp dan xAI selaku pengembang.

MCMC menilai sistem pengamanan pada platform milik Elon Musk itu tidak memadai karena terlalu bergantung pada mekanisme pelaporan pengguna. Otoritas Malaysia menegaskan akses Grok hanya akan dipulihkan setelah perubahan sistem keamanan diverifikasi secara menyeluruh.

Sebelumnya, sejumlah pejabat Uni Eropa serta aktivis teknologi juga menyuarakan kecaman terhadap Grok. Meski pengembang telah membatasi fitur pembuatan gambar hanya bagi pelanggan berbayar, kebijakan tersebut dinilai belum mampu mengatasi kekhawatiran terkait maraknya deepfake seksual yang mengancam privasi dan keamanan publik. (Kelvin Yurcel)

Baca juga:  Marak Penyalahgunaan Grok AI, Kemkomdigi Peringatkan Sanksi Pidana


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Luhut Pernah Tolak Toba Pulp Lestari: Penyebab Terbesar Hutan Tapanuli Rusak
• 9 jam lalukatadata.co.id
thumb
Perekonomian RI 2026 Butuh Dukungan Kebijakan Fiskal-Moneter
• 13 jam lalukompas.id
thumb
Pemerintah Perpanjang Waktu Penyaluran Beras SPHP 2025 hingga 31 Januari 2026
• 16 jam lalukumparan.com
thumb
Hujan Tak Berhenti, Ruas Jalan Depan Mal Kelapa Gading Tergenang
• 20 jam laludetik.com
thumb
Sah! Prabowo Resmikan Kilang Minyak Balikpapan, Bisa Tekan Impor BBM
• 14 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.