JAKARTA, KOMPAS.TV - Penetapan awal puasa Ramadan setiap tahunnya kerap menjadi perhatian publik, terutama ketika terdapat potensi perbedaan antara hasil hisab yang digunakan Muhammadiyah dan metode rukyat yang digunakan pemerintah melalui Kementerian Agama Republik Indonesia.
Tahun 2026 pun tidak lepas dari sorotan tersebut. Mengingat, Ramadan menjadi bulan suci yang sangat dinantikan oleh umat Islam di seluruh Indonesia.
Muhammadiyah sebagai salah satu organisasi Islam terbesar di Tanah Air dikenal konsisten menetapkan awal Ramadan menggunakan metode hisab hakiki wujudul hilal.
Baca Juga: Bibit Siklon Tropis 91W Terbentuk, BMKG Imbau Hujan Lebat dan Gelombang Tinggi Capai 4 Meter
Sementara itu, pemerintah menetapkan awal Ramadan melalui sidang isbat berdasarkan metode rukyatul hilal dan imkanur rukyah yang mengacu pada visibilitas bulan baru.
Perbedaan metode inilah yang kadang berujung pada perbedaan tanggal 1 Ramadan, meski tidak selalu terjadi setiap tahun.
Awal Puasa Ramadan 2026 MuhammadiyahPimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah resmi menetapkan 1 Ramadan 1447 Hijriah pada 18 Februari 2026.
Hal itu berdasarkan hasil hisab hakiki wujudul hilal yang dipedomani oleh Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah.
Keputusan ini berdasarkan Maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor 2/MLM/1.0/E/2025 yang dirilis di Yogyakarta pada 22 September 2025,
“Menurut hisab hakiki wujudul hilal, posisi bulan sudah memenuhi syarat sehingga 1 Ramadan 1447 H jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026,” demikian isi maklumat PP Muhammadiyah, dikutip dari suaramuhammadiyah.id.
Penulis : Dian Nita Editor : Tito-Dirhantoro
Sumber : Kompas TV
- Awal Puasa Ramadan 2026
- muhammadiyah
- pemerintah
- berbeda





