Jakarta, IDN Times - Militer Israel kembali melancarkan serangan udara besar-besaran ke wilayah Lebanon selatan pada Minggu (11/1/2026). Serangan ini menewaskan satu orang dan menyebabkan kerusakan infrastruktur yang signifikan di berbagai titik.
Israel mengklaim operasi militer tersebut menargetkan anggota dan infrastruktur senjata milik kelompok Hizbullah. Eskalasi ini menandai pelanggaran terbaru terhadap kesepakatan gencatan senjata yang sebenarnya telah berlaku sejak November 2024.





