Jakarta (beritajatim.com) — Aktivitas gelombang di Samudra Hindia Selatan Jawa Timur yang diperkirakan meningkat dalam beberapa hari ke depan.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi yang berlaku mulai Senin, 12 Januari hingga Kamis, 15 Januari 2026, menyusul penguatan angin di sejumlah wilayah perairan Indonesia.
BMKG mencatat, Laut Jawa bagian timur berpotensi mengalami tinggi gelombang antara 1,25 hingga 2,5 meter, kondisi yang dinilai cukup berisiko bagi perahu nelayan dan kapal berukuran kecil hingga menengah. Peningkatan gelombang ini dipengaruhi oleh pola angin yang bergerak aktif di wilayah selatan dan utara Indonesia.
Melansir Akun Instagram resmi BMKG dijelaskan bahwa angin di wilayah Indonesia bagian utara umumnya bertiup dari barat laut hingga timur laut dengan kecepatan mencapai 25 knot. Sementara itu, wilayah selatan Indonesia, termasuk perairan Jawa, dipengaruhi angin dari barat daya hingga barat laut dengan kecepatan yang bisa meningkat hingga 30 knot.
Kombinasi kecepatan angin dan kondisi atmosfer tersebut berkontribusi pada pembentukan gelombang yang lebih tinggi dan tidak stabil, terutama di perairan terbuka dan jalur pelayaran sibuk seperti Laut Jawa.
BMKG mengingatkan bahwa gelombang setinggi 1,25 meter dengan kecepatan angin 15 knot sudah cukup membahayakan perahu nelayan. Sementara gelombang 2,5 meter dengan angin 21 knot berisiko terhadap pelayaran kapal feri dan armada pengangkut penumpang maupun logistik.
Selain Laut Jawa bagian timur, potensi gelombang dengan ketinggian serupa juga terpantau di Laut Jawa bagian barat dan tengah, serta sejumlah perairan lain seperti Selat Karimata, Laut Sawu, Laut Seram, dan Laut Sulawesi.
BMKG juga mencatat potensi gelombang yang lebih tinggi, yakni 2,5 hingga 4 meter, di beberapa wilayah perairan terbuka, antara lain Laut Natuna Utara, Laut Banda, serta Laut Arafuru. Di kawasan tersebut, aktivitas pelayaran disarankan untuk dibatasi hingga kondisi membaik.
Menyikapi kondisi ini, BMKG mengimbau nelayan, operator kapal, dan masyarakat pesisir untuk terus memantau informasi cuaca maritim terkini serta menyesuaikan aktivitas di laut demi keselamatan.
Selain Laut Jawa bagian timur berikut laut lain yang diwaspadai berpotensi teradi gelombang tinggi di antaranya:
Samudra Hindia selatan DIY
Samudra Hindia selatan Jawa Barat
Samudra Hindia selatan Jawa Tengah
Selat Malaka bagian utara
Samudra Hindia barat Aceh
Samudra Hindia barat Mentawai
Samudra Hindia barat Bengkulu
Samudra Hindia barat Lampung
Samudra Hindia selatan Banten
Samudra Hindia selatan Bali
Samudra Hindia selatan NTB
Samudra Hindia selatan NTT
Laut Jawa bagian barat
Laut Jawa bagian tengah
Laut Jawa bagian timur
Laut Sawu
Selat Karimata bagian utara
Selat Karimata bagian selatan
Selat Makassar bagian selatan
Laut Seram
Laut Sulawesi bagian tengah
Laut Sulawesi bagian timur
Laut Maluku
Samudra Pasifik utara Maluku
Samudra Pasifik utara Papua Barat Daya
Samudra Pasifik utara Papua Barat
Samudra Pasifik utara Papua
Potensi tinggi gelombang 2,5-4,0 meter
Laut Natuna Utara
Selat Karimata bagian utara
Laut Banda
Laut Arafuru bagian barat
Laut Arafuru bagian tengah
Laut Arafuru bagian timur
[aje]

