Perluas Perdagangan RI, Anindya Bakrie Temui Mendag Garap Business Matching di Forum ABAC

viva.co.id
7 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Bakrie, menemui Menteri Perdagangan, Budi Santoso, guna membahas rencana pembentukan forum business matching dalam gelaran acara meeting pertama APEC Business Advisory Council (ABAC), yang bakal digelar di Jakarta pada 7—9 Februari 2026.

Dengan akan hadirnya seluruh perwakilan ekonomi dari 21 negara anggota APEC, Anindya menargetkan bahwa forum business matching itu nantinya akan bisa membantu Indonesia dalam memperluas jangkauan perdagangan dengan negara-negara anggota APEC tersebut.

Baca Juga :
Penyelidikan Anti-dumping Disetop, Mendag: Baja RI Bisa Diekspor Lagi ke Australia
Teken FTA, Mendag Pede Peluang Dagang RI dan Uni Ekonomi Eurasia Makin Terbuka

"Jadi bukan saja rapat untuk APEC Business Advisory Council atau ABAC, tapi juga bisa dimanfaatkan untuk memperluas perdagangan Indonesia supaya sekalian kita bisa, kalau bahasa beliau (Mendag Budi) business matching," kata Anindya di kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Senin, 12 Januari 2026.

Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Bakrie, usai meresmikan Kantor Pusat Konsultasi dan Pendampingan Satgas Makan Bergizi Gratis (MBG) Gotong Royong Kadin, di Gedung Tempo Scan Tower kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa, 13 Mei 2025
Photo :
  • VIVA.co.id/Mohammad Yudha Prasetya

Dia meyakini, gelaran ABAC itu akan memberikan kesempatan bagi Indonesia, dalam upaya perluasan aspek perdagangan dari berbagai kerjasama yang telah ada sebelumnya. Misalnya seperti dengan Uni Eropa (IEU-CEPA), Kanada (ICA-CEPA), atau bahkan dengan negara-negara Eurasia (Indonesia-EAEU FTA).

"Jadi kita bisa manfaatkan kerja sama antara pemerintah dan dunia usaha untuk meningkatkan perdagangan. Jadi itu tadi topik pembicaraan dengan Pak Mendag," ujarnya.

Selain itu, Anindya juga mengaku bahwa pembahasan bersama Mendag Budi pada pertemuan hari ini, juga membahas pembentukan business council pada CEPA-CEPA (Comprehensive Economic Partnership Agreement) yang sudah dijalin pemerintah Indonesia sebelumnya.

Business Council atau dewan bisnis itu yakni sebagaimana yang sebelumnya juga telah dibentuk Kadin Indonesia bersama dengan sejumlah perwakilan negara lain, seperti misalnya dengan India ataupun Perancis.

"Beliau (Mendag) menginginkan adanya business council di setiap CEPA-CEPA yang didatangani Indonesia. Contohnya dengan Uni Eropa (IEU-CEPA) dan lain sebagainya. Sehingga implementasinya baik perdagangan maupun investasi itu juga jalan. Begitu juga (business council) dengan Eurasia maupun Kanada," kata Anindya.

"Jadi saya rasa, saya pandang, itu adalah suatu yang bagus. Karena selama ini tidak ada business council yang khusus apalagi memikirkan juga soal perdagangan, bukan saja investasi," ujarnya.

Baca Juga :
Temui Purbaya, Anindya Bakrie Bahas Deregulasi dan Insentif bagi Sektor Furnitur-Elektronik
Terbitkan Aturan Baru soal MinyaKita, Mendag Busan Tegaskan Bukan Minyak Subsidi hingga Distribusi Mayoritas oleh BUMN
Lindungi Industri Domestik, Anindya Bakrie Ungkap Kadin Dorong Pemerintah Jaga Importasi

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Disebut The Next PANI oleh Anak Purbaya, Saham Pakuwon Jati Meledak
• 9 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Menurut Psikolog, Ini Hal Tentang Diri yang Tidak Boleh Dibagikan Sembarangan
• 2 jam lalubeautynesia.id
thumb
Pertokoan di Iran tetap buka meski ada protes
• 16 jam laluantaranews.com
thumb
Persib Bandung Bukan Pemenang Super League 2025/2026, Begini Penjelasannya!
• 22 jam lalutvonenews.com
thumb
Harga Tiket Piala Asia Futsal 2026 Resmi Dibuka, Termurah Rp75 Ribu
• 2 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.