Jakarta, VIVA – Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Bakrie, menemui Menteri Perdagangan, Budi Santoso, guna membahas rencana pembentukan forum business matching dalam gelaran acara meeting pertama APEC Business Advisory Council (ABAC), yang bakal digelar di Jakarta pada 7—9 Februari 2026.
Dengan akan hadirnya seluruh perwakilan ekonomi dari 21 negara anggota APEC, Anindya menargetkan bahwa forum business matching itu nantinya akan bisa membantu Indonesia dalam memperluas jangkauan perdagangan dengan negara-negara anggota APEC tersebut.
"Jadi bukan saja rapat untuk APEC Business Advisory Council atau ABAC, tapi juga bisa dimanfaatkan untuk memperluas perdagangan Indonesia supaya sekalian kita bisa, kalau bahasa beliau (Mendag Budi) business matching," kata Anindya di kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Senin, 12 Januari 2026.
- VIVA.co.id/Mohammad Yudha Prasetya
Dia meyakini, gelaran ABAC itu akan memberikan kesempatan bagi Indonesia, dalam upaya perluasan aspek perdagangan dari berbagai kerjasama yang telah ada sebelumnya. Misalnya seperti dengan Uni Eropa (IEU-CEPA), Kanada (ICA-CEPA), atau bahkan dengan negara-negara Eurasia (Indonesia-EAEU FTA).
"Jadi kita bisa manfaatkan kerja sama antara pemerintah dan dunia usaha untuk meningkatkan perdagangan. Jadi itu tadi topik pembicaraan dengan Pak Mendag," ujarnya.
Selain itu, Anindya juga mengaku bahwa pembahasan bersama Mendag Budi pada pertemuan hari ini, juga membahas pembentukan business council pada CEPA-CEPA (Comprehensive Economic Partnership Agreement) yang sudah dijalin pemerintah Indonesia sebelumnya.
Business Council atau dewan bisnis itu yakni sebagaimana yang sebelumnya juga telah dibentuk Kadin Indonesia bersama dengan sejumlah perwakilan negara lain, seperti misalnya dengan India ataupun Perancis.
"Beliau (Mendag) menginginkan adanya business council di setiap CEPA-CEPA yang didatangani Indonesia. Contohnya dengan Uni Eropa (IEU-CEPA) dan lain sebagainya. Sehingga implementasinya baik perdagangan maupun investasi itu juga jalan. Begitu juga (business council) dengan Eurasia maupun Kanada," kata Anindya.
"Jadi saya rasa, saya pandang, itu adalah suatu yang bagus. Karena selama ini tidak ada business council yang khusus apalagi memikirkan juga soal perdagangan, bukan saja investasi," ujarnya.




