Presiden ke Kalsel bawa berkah, dua tambahan Sekolah Rakyat disetujui

antaranews.com
7 jam lalu
Cover Berita
Banjarbaru (ANTARA) - Dinas Sosial (Dinsos) Kalimantan Selatan (Kalsel) mengatakan peresmian Sekolah Rakyat oleh Presiden Prabowo Subianto di Banjarbaru, Senin, memberikan dampak positif terhadap percepatan pembangunan dan perluasan program tersebut di daerah itu.

Kepala Dinsos Kalsel Muhammad Farhanie setelah menghadiri peresmian Sekolah Rakyat di lokasi itu, menjelaskan kehadiran Presiden Prabowo juga mempercepat persetujuan tambahan dua Sekolah Rakyat di Kalsel yang sebelumnya terkendala persoalan teknis lahan.

“Ini berkah kedatangan Bapak Presiden. Beberapa lokasi yang sebelumnya tidak memenuhi syarat akhirnya disetujui untuk dibangun dengan skema dan waktu pelaksanaan yang disesuaikan,” katanya.

Baca juga: Istana: Peresmian 166 Sekolah Rakyat momentum negara hadir

Dalam menyambut Presiden Prabowo di Banjarbaru, Farhanie menyebut persiapan peluncuran dilakukan dalam waktu singkat, namun berhasil terlaksana berkat dukungan lintas kementerian, terutama Kementerian Sosial (Kemensos).

“Persiapan hanya sekitar satu minggu dan waktunya sangat mepet, tapi Alhamdulillah, teman-teman dari Kemensos luar biasa. Pembangunan panggung saja tiga hari sudah selesai, materialnya bahkan didatangkan dari Surabaya,” tuturnya.

Farhanie mengungkapkan setiap Sekolah Rakyat yang dibangun pemerintah dirancang untuk menampung sekitar 1.000-1.200 siswa dari jenjang SD, SMP, hingga SMA, dalam satu kawasan terintegrasi.

Namun, kata dia, kapasitas sekolah bergantung pada luas lahan yang disiapkan pemerintah daerah.

Baca juga: Kalsel mendapat tambahan dua Sekolah Rakyat, total jadi lima

“Satu Sekolah Rakyat itu bisa menampung 1.000 sampai 1.200 siswa per lokasi. Kalau lahannya sekitar lima hektare, biasanya sekitar 1.000 siswa. Kalau lebih luas, bisa sampai 1.200,” ujarnya.

Saat ini, kata dia, Sekolah Rakyat rintisan yang berjalan di Kalsel masih menampung sekitar 300 hingga 325 siswa secara keseluruhan.

“Nanti setelah Sekolah Rakyat permanen selesai dibangun, daya tampungnya akan jauh lebih besar karena sistemnya terintegrasi,” ujar Farhanie.

Pemerintah mensyaratkan penyediaan lahan seluas lima hingga 10 hektare untuk pembangunan Sekolah Rakyat guna mendukung fasilitas pendidikan, asrama, serta sarana pendukung lainnya.

Baca juga: Di hadapan Pesiden, Mensos tegaskan tidak ada KKN dalam Sekolah Rakyat


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Klaim Banjir Sekarang Lebih Cepat Surut, Pramono: Dulu Pasti Genangan di Mana-mana
• 10 jam lalukompas.com
thumb
Banjir dan Pohon Tumbang di Priok, Brimob Polda Metro Turun Tangan
• 7 jam laludetik.com
thumb
16 Januari 2026 Libur Apa? Ini Fakta Long Weekend Pertama di 2026
• 7 jam lalumerahputih.com
thumb
Saham Pakuwon (PWON) Terbang usai Komentar Yudo Sadewa, Simak Kata Analis
• 11 jam laluidxchannel.com
thumb
Allano Lima Speak Up Jadi Korban Pelecehan Rasial setelah Persija Kalah dari Persib: Saya Bangga dengan Diri Apa Adanya
• 6 jam lalubola.com
Berhasil disimpan.