Yogyakarta: Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) berstatus siaga darurat bencana hidrometeorologi hingga dua bulan ke depan. Status tersebut merupakan perpanjangan setelah status serupa selesai bulan lalu.
"Perpanjangan status siaga darurat (bencana hidrometeorologi) berlakukan hingga 19 Maret," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY, Agustinus Ruruh Haryanta, Senin, 12 Januari 2026.
Agustinus mengungkapkan perpanjangan status ini didasarkan hasil koordinasi dengan sejumlah instansi. Salah satunya adalah Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), terkait puncak musim hujan yang diperkirakan terjadi pada Januari-Februari 2026.
Baca Juga :
BPBD DIY Siapkan Posko Koordinasi Penanganan Dampak Bencana HidrometeorologiBMKG memperkirakan, curah hujan berkategori menengah hingga tinggi terjadi pada dasarian kedua. Penetapan status menjadi antisipasi dampak puncak musim hujan.
"Itu kan sebagai langkah antisipatif ya, bagaimana kita menghadapi bencana hidrometeorologi," jelas Agustinus.
Ilustrasi. Medcom.id
Agustinus mengimbau masyarakat untuk ikut mengidentifikasi potensi kerawanan bencana di sekitar lingkungan mereka. Ia menyebutkan bahwa pohon tumbang menjadi salah satu bahaya yang sering terjadi di berbagai lokasi, bahkan dalam beberapa kasus menyebabkan korban jiwa
"Kami juga harapkan masyarakat membersihkan saluran drainase agar aliran saat hujan bisa lancar," ungkapnya.
Status itu akan berlakukan hingga memasuki akhir bulan Ramadan 2026. Bulan Ramadan akan jatuh pada pertengahan Februari 2026.




