Para Pebisnis Dunia Kumpul di Jakarta Bulan Depan, Ini Bakal Dibahas!

cnbcindonesia.com
4 jam lalu
Cover Berita
Foto: Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Anindya N. Bakrie. (CNBC Indonesia/Zahwa)

Jakarta, CNBC Indonesia - Jakarta akan menjadi lokasi pertemuan para pimpinan dunia usaha global bulan depan. Kehadiran mereka berkaitan dengan pertemuan perdana APEC Business Advisory Council (ABAC). 

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia, Anindya Novyan Bakrie mengungkapkan, para bos besar dari Amerika Serikat (AS) hingga Rusia dijadwalkan berkumpul di Jakarta pada 7-9 Februari 2026.

ABAC adalah badan sektor swasta yang beranggotakan maksimal tiga pemimpin bisnis dari masing-masing negara anggota APEC.


Forum penasihat bisnis APEC yang tahun ini memiliki rangkaian empat pertemuan. Meski keketuaan ABAC 2026 berada di tangan China dan pertemuan terakhir akan digelar di Shenzhen pada November 2026, Indonesia mendapat kehormatan menjadi tuan rumah pertemuan pertama.

Baca: Begini Catatan Ekonomi Indonesia Sepanjang 2025


"APEC Business Advisory Council (ABAC) akan ada meeting pertamanya, dari 4 biasanya, dan keempat ini nanti ada di Shenzhen (China) pada bulan November tahun 2026. Keketuaannya tentunya China, tapi pertemuan yang pertama ini 7-9 Februari ada di Jakarta," ujar Anindya dalam konferensi pers di kantor Kementerian Perdagangan (Kemendag), Jakarta, Senin (12/1/2026).


Ia menjelaskan, ABAC diikuti oleh 21 ekonomi anggota APEC yang merepresentasikan negara-negara dengan kepentingan besar di perdagangan global. Menariknya, negara-negara yang selama ini kerap dipersepsikan bersaing justru akan duduk bersama di Jakarta.


"Nah ini spesial karena negara APEC itu total ada 21 ekonomi. Dan di sana termasuk negara-negara yang kelihatannya bersaing, contohnya Amerika, China, Kanada, Rusia, dan tentu negara ASEAN beberapa di sana seperti Malaysia, Brunei Darussalam, Filipina, Thailand, Vietnam, sampai kepada negara-negara Asia Timur," jelasnya.


Anindya menuturkan, setiap negara akan membawa tiga perwakilan dunia usaha dengan level pimpinan. Momentum ini pun langsung dilaporkan Kadin kepada Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso, agar tidak hanya dimanfaatkan sebagai agenda forum, tetapi juga menjadi ajang memperluas perdagangan Indonesia.


"Nah jadi ini kami laporkan kepada Menteri Perdagangan, bukan saja rapat untuk APEC Business Advisory Council atau ABAC, tapi bisa dimanfaatkan untuk memperluas perdagangan Indonesia. Supaya sekalian kita bisa, kalau bahasa beliau, business matching," kata dia.


Ia menambahkan, peluang konkret juga terbuka karena kehadiran mitra dagang potensial, mulai dari Kanada, negara-negara Eropa (Uni Eropa), hingga kawasan Eurasia termasuk Rusia. Sinergi pemerintah dan pelaku usaha dinilai krusial untuk mendorong kinerja perdagangan.


"Nah kebetulan misalnya dengan Eropa kita sudah ada, perjanjian perdagangan. Kanada yang akan hadir, juga ada dengan Eurasia di situ salah satunya ada Rusia. Jadi kita bisa manfaatkan kerja sama antara pemerintah dan dunia usaha untuk meningkatkan perdagangan," ujarnya.


Selain agenda ABAC, pertemuan Kadin dengan Menteri Perdagangan juga membahas dorongan pembentukan business council di setiap perjanjian dagang komprehensif atau CEPA yang telah ditandatangani Indonesia.


"Yang kedua, tadi juga kita bicara mengenai, beliau menginginkan adanya business council di setiap CEPA-CEPA yang telah ditandatangani, Comprehensive Economic Partnership Agreement," tutur Anindya.


Ia mencontohkan, Kadin telah memiliki business council dengan India dan Prancis, dan model serupa dinilai bisa diterapkan dengan Uni Eropa, Eurasia, maupun Kanada agar implementasi kerja sama dagang dan investasi berjalan lebih nyata.


"Jadi saya rasa, saya pandang, itu suatu yang bagus, karena selama ini tidak ada business council yang khusus. Apalagi memikirkan juga perdagangan, bukan saja investasi," tegasnya.


Dalam pertemuan tersebut, Anindya juga menyinggung platform online business matching yang telah dijalankan pemerintah. Menurutnya, dalam dua tahun terakhir nilai transaksi yang tercatat hampir mencapai US$150 juta, terutama melibatkan UMKM.


Kadin menilai peluang pembukaan pasar masih bisa diperluas, termasuk jika ada kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Inggris. Menurut Anindya, kerja sama tidak hanya soal investasi, tetapi juga kolaborasi dagang lintas kawasan.


"Kalau di EU (Uni Eropa) ada, tapi di Inggris juga ada, bisa. Itu tentu sangat baik sekali, karena akan membuka pasar lebih luas lagi," katanya.


(hoi/hoi)
Saksikan video di bawah ini:
Video: Siap-siap, UMP Jakarta Akan Diumumkan Hari Ini

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
25 Kata-Kata Motivasi untuk Pejuang Diet, Semangat Hidup Lebih Sehat
• 13 jam lalukatadata.co.id
thumb
Selamat! Annisa Pohan Hamil Anak ke-2, Istri AHY Pamer Perut Buncit di Reuni Perak AKABRI 2000, Intip Potretnya
• 6 jam lalugrid.id
thumb
Gelar Ratas di Hambalang, Prabowo Godok Soal Hilirisasi hingga Energi Terintegrasi
• 13 jam lalutvonenews.com
thumb
Seirit Apa Chery Tiggo Cross CSH? Medcom.id Dapat 25 KM per Liter!
• 10 jam lalumedcom.id
thumb
Polisi Segera Periksa Komika Pandji Pragiwaksono
• 22 jam lalumerahputih.com
Berhasil disimpan.