FAJAR.CO.ID, GOWA — Operasi pencarian terhadap seorang pria yang diduga tenggelam di Sungai Belapunraga, Dusun Pappareang, Kecamatan Parangloe, Kabupaten Gowa, memasuki hari kedua, Senin (12/1/2026).
Hingga sore hari, Tim SAR Gabungan belum menemukan tanda-tanda keberadaan korban.
Memasuki hari kedua, operasi SAR kembali dilanjutkan sejak pukul 07.00 WITA dengan strategi pencarian yang diperluas di sejumlah sektor.
Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar, Andi Sultan, mengatakan pencarian dilakukan dengan membagi personel ke dalam empat Search and Rescue Unit (SRU).
“Pada hari kedua ini, pencarian kami lakukan dengan membagi empat SRU,” ujar Andi Sultan, Senin (12/1/2026) malam.
Dikatakan Andi Sultan, ada yang melakukan penyelaman di sekitar lokasi kejadian, penyisiran darat di sisi kiri, hingga kanan sungai sejauh tiga kilometer ke arah hilir.
“Pencarian menggunakan perahu karet sejauh enam kilometer, serta pemantauan debit air di sekitar jembatan Parangloe,” sebutnya.
Ia mengungkapkan, tim SAR menghadapi kendala saat melakukan penyelaman di area yang diduga sebagai titik awal korban tenggelam.
“Kendala yang dihadapi tim SAR gabungan adalah arus bawah yang lumayan kencang sehingga dikhawatirkan akan membahayakan keselamatan tim penyelam,” ucapnya.
Meski hasil pencarian hingga hari kedua masih nihil, Andi Sultan memastikan seluruh unsur tetap bekerja maksimal dengan mengedepankan aspek keselamatan personel.
“Operasi dihentikan sementara pada pukul 17.30 WITA dan akan dilanjutkan kembali esok hari,” tambahnya.
Dalam operasi pencarian ini, Tim SAR Gabungan melibatkan berbagai unsur, di antaranya Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar, BPBD Kabupaten Gowa, Damkar Gowa, PMI, TNI-Polri, relawan, organisasi kemanusiaan, serta masyarakat setempat.
Sebelumnya diberitakan, seorang pria diduga hanyut saat menyeberangi Sungai Belapunraga, Dusun Pappareang, Kecamatan Parangloe, Kabupaten Gowa.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Basarnas Makassar langsung menggelar operasi pencarian dan pertolongan (SAR), Minggu (11/1/2026).
Laporan kondisi membahayakan manusia itu diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar dari seorang pelapor bernama Tyas.
Berdasarkan informasi awal, peristiwa tersebut diperkirakan terjadi sekitar pukul 09.00 Wita.
Korban diketahui bernama Andi (30). Ia diduga tenggelam saat menyeberangi sungai bersama saudaranya, Feri, sepulang dari kebun.
Namun, Feri lebih dulu berhasil menyeberang dan pulang ke rumah.
Hingga saat ini, Andi belum ditemukan. Di sekitar lokasi penyeberangan, Feri menemukan sejumlah barang milik korban berupa topi, sandal, serta sepeda motor yang masih terparkir di area sungai.
Sebelum melapor ke Basarnas, pihak keluarga bersama warga setempat sempat melakukan pencarian secara mandiri.
Hanya saja upaya tersebut belum membuahkan hasil hingga siang hari. (Muhsin/fajar)



