Tolak Pilkada Lewat DPRD, Megawati: PDIP Berdiri Paling Depan Jaga Hak Rakyat!

suara.com
3 jam lalu
Cover Berita
Baca 10 detik
  • Megawati menegaskan penolakan tegas PDIP terhadap wacana Pilkada tidak langsung melalui DPRD.
  • Pilkada langsung dinilai sebagai hasil perjuangan Reformasi yang menjamin partisipasi dan kedaulatan rakyat.
  • PDIP berkomitmen menjaga demokrasi agar tidak mundur atas nama efisiensi atau kepentingan politik jangka pendek.

Suara.com - Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, menegaskan bahwa partainya menolak secara tegas wacana mengubah sistem pemilihan kepala daerah (Pilkada) dari langsung menjadi melalui DPRD.

Hal itu disampaikan Megawati saat berpidato dalam acara penutupan Rakernas I PDI Perjuangan Tahun 2026 di Jakarta, Senin (12/1/2026).

"PDI Perjuangan menolak secara tegas setiap wacana pemilihan kepala daerah secara tidak langsung melalui DPRD. Penolakan ini bukan sekadar sikap politik praktis. Ini adalah sikap ideologis, sikap konstitusional, dan sikap historis," kata Megawati.

Ia menyampaikan bahwa partainya menganggap pelaksanaan Pilkada secara langsung merupakan capaian penting serta hasil dari perjuangan rakyat dalam mewujudkan demokratisasi pasca-Reformasi.

"Mekanisme ini lahir dari perjuangan panjang rakyat untuk merebut kembali hak politiknya setelah puluhan tahun dikekang oleh sentralisme kekuasaan," lanjutnya.

Ia menjelaskan bahwa mekanisme Pilkada melalui DPRD merupakan praktik masa lalu yang tidak menjamin penguatan demokrasi maupun akuntabilitas kekuasaan. Selain itu, ia membantah klaim bahwa sistem perwakilan dapat mengurangi biaya politik.

"Sebaliknya, Pilkada langsung memberikan ruang partisipasi rakyat, memperkuat legitimasi pemimpin daerah, dan membuka ruang kontrol sosial terhadap kekuasaan lokal. Karena itu, saya menegaskan agar Pilkada langsung tetap dipertahankan sebagai mekanisme yang demokratis, partisipatif, dan konstitusional dalam memilih kepala daerah," ujarnya.

Menurutnya, langkah PDI Perjuangan yang konsisten menolak Pilkada melalui DPRD merupakan bagian dari komitmen ideologis untuk menjaga agar demokrasi tidak bergerak mundur.

"Reformasi bukan untuk dibatalkan secara perlahan. Reformasi harus dijaga, diperkuat, dan disempurnakan. PDI Perjuangan akan berdiri di garis depan untuk menjaga hak rakyat memilih pemimpinnya sendiri," tegasnya.

Baca Juga: Cegah Bencana Ekologis, Rakernas I PDIP Desak Penegakan Hukum Lingkungan dan Penguatan Mitigasi

Megawati mengingatkan agar demokrasi tidak dikorbankan demi alasan-alasan teknis semata.

"Kita tidak akan membiarkan demokrasi dikerdilkan atas nama efisiensi, stabilitas, atau alasan-alasan teknokratis yang mengabaikan kedaulatan rakyat," pungkasnya.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Prabowo: Proyek Hilirisasi Sebesar USD 6 Miliar Segera Dibangun di Indonesia
• 25 menit lalumerahputih.com
thumb
Posisi Xabi Alonso Aman atau Terancam Usai Takluk dari Barcelona? Haters Pasti Kecewa Jawaban Jurnalis Terpercaya
• 20 menit laluharianfajar
thumb
Polisi Kejang usai Motornya Tabrak Motor Lain dari Belakang di Depan SDN 01
• 5 jam lalurealita.co
thumb
Cintailah Apa yang Telah Kamu Miliki
• 8 jam laluerabaru.net
thumb
Pemkot Jakarta Barat Siapkan Rusun Tegal Alur dan Pesakih untuk Relokasi Warga Kalideres
• 22 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.