Sejumlah tenant atau lapak makanan pasar malam di Sidomoyo, Kapanewon Godean, Kabupaten Sleman porak poranda setelah dilanda hujan dan angin kencang, Senin (12/1).
"Kejadian saya masih di rumah. Soalnya kalau dagang seperti ini (di Pasar Malam) datangnya jam 16.00 atau jam 17.00 WIB. Ini kejadiannya sesudah ashar. Ada (pedagang) yang sudah datang ke sini tapi paling baru siap-siap," ucap Nia (32 tahun) salah seorang pedagang saat ditemui kumparan di lokasi.
Nia mengatakan tahu ada angin kencang dari informasi di grup sesama pedagang. Dia langsung menuju ke lokasi untuk mengecek lapaknya.
Nia yang berjualan seafood mendapati lapaknya sudah porak poranda akibat angin kencang.
Menurutnya ada 12 dari 20-an lapak pedagang yang terdampak. "Ya alhamdulilah nggak parah banget. Cuma lampu sama dagangan ada," katanya.
"12 pedagang (yang terdampak)," bebernya.
Hari ini dia dan pedagang lain tak bisa berjualan karena lampu dari genset tak nyala. Pedagang memilih untuk beres-beres lapak.
Sementara menurut Nia tak ada wahana yang terdampak angin kencang. Selain itu tak ada laporan korban dalam peristiwa ini. Pasar malam ini menurut Nia baru dua hari.
Beberapa Kecamatan Terdampak
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sleman, Bambang Kuntoro, mengatakan beberapa kecamatan atau kapanewon terdampak hujan dan angin kencang.
"Hujan ringan-sedang yang disertai angin kencang di Kabupaten Sleman mengakibatkan beberapa pohon tumbang," kata Bambang.
Di Kapanewon Mlati ada satu pohon tumbang menimpa rumah, lalu di Kapanewon Depok tercatat ada tiga pohon tumbang dengan salah satunya menimpa motor.
"Kapanewon Kalasan: Tirtomartani, Kalasan, pohon tumbang menimpa rumah. Di Jetis Tirtomartani, atap genting beterbangan," katanya.
Satu pohon tumbang juga terjadi di Kapanewon Ngemplak. Sementara di Kapanewon Gamping ada lima pohon tumbang.




