Penulis: Riadatussholihah
TVRINews, Kabupaten Lombok Utara
Para pedagang di kawasan pesisir Pantai Montong Pal, Desa Rempek, Kecamatan Gangga, Kabupaten Lombok Utara, NTB, berharap pemerintah segera membangun tanggul laut untuk mengatasi banjir rob dan abrasi yang terus terjadi setiap tahun.
Gelombang tinggi yang rutin melanda kawasan tersebut membuat air laut meluap ke daratan hingga menyebabkan banjir rob dan memperparah abrasi. Kondisi ini berdampak langsung pada aktivitas jual beli para pedagang yang berjualan di sepanjang pesisir.
Area berjualan yang kian menyempit membuat sejumlah pedagang terpaksa menutup lapak ketika air pasang tinggi. Mereka mengaku kesulitan mempertahankan tempat berdagang karena sebagian lokasi telah terkikis laut.
Suriati, salah satu pedagang, mengungkapkan bahwa pada bulan Januari air laut sering naik dan menggerus area dagangannya. Untuk menahan abrasi, ia membuat tanggul sementara.
“Kalau bulan Januari air laut sering naik. Untuk menahan abrasi, saya hanya bisa bikin tanggul sementara dari bambu dan pasir,” ujar Suriati, Senin (12/1/2026).
Akibat kondisi tersebut, omzet pedagang menurun karena aktivitas jual beli sering terganggu. Mereka berharap pemerintah memberikan solusi nyata melalui penanganan abrasi yang lebih serius, seperti pembangunan tanggul laut permanen atau penataan kawasan pesisir.
“Kami berharap ada pembangunan tanggul atau penataan kawasan pantai supaya kami tetap bisa berjualan dengan aman,” lanjut Suriati.
Selain penanganan abrasi, pedagang juga meminta pemerintah menyiapkan lokasi relokasi yang aman dan layak apabila kawasan tersebut sudah tidak memungkinkan lagi untuk kegiatan berdagang.
Para pedagang berharap langkah cepat pemerintah daerah dapat mencegah abrasi semakin parah sekaligus menjaga keberlangsungan ekonomi masyarakat pesisir Pantong Montong Pal.
Editor: Redaksi TVRINews





