PELATIH baru Timnas Indonesia John Herdman akan diperkenalkan secara resmi kepada publik, Selasa (12/1), di Jakarta setelah kondisinya dinyatakan sudah fit. Pelatih anyar Timnas Indonesia, John Herdman, dipastikan siap menjalani agenda perkenalan resmi setelah sempat mengalami kondisi kurang sehat.
Acara perkenalan yang awalnya direncanakan berlangsung pada hari ini, Senin (11/1), akhirnya dijadwalkan ulang dan akan digelar pada Selasa (12/1) di Jakarta.
Ketua Badan Tim Nasional (BTN) Sumardji memastikan kondisi Herdman telah membaik dan tidak ada kendala untuk menghadiri agenda tersebut.
"Ya (Herdman sudah fit). Ya besok (diperkenalkan) jam 9.30 WIB," kata Sumardji saat dihubungi.
PSSI sebelumnya telah mengumumkan John Herdman sebagai pelatih baru Timnas Indonesia senior dan Timnas U-23. Penunjukan Herdman didasarkan pada rekam jejak panjang dan latar belakang kepelatihan yang komplet di level internasional.
Herdman dikenal sebagai salah satu pelatih berpengaruh dalam sepak bola modern. Ia tidak hanya mengandalkan pendekatan taktik, tetapi juga menekankan kepemimpinan berbasis kepercayaan, kejelasan peran, serta kekuatan kolektivitas tim.
Pengalamannya membentang dari pengembangan sepak bola Selandia Baru, kesuksesan Timnas Kanada, hingga kebangkitan Toronto FC di Major League Soccer.
Sepanjang kariernya, Herdman telah memimpin 160 pertandingan internasional resmi dengan catatan 81 kemenangan, 23 hasil imbang, dan 56 kekalahan. Persentase kemenangannya mencapai 50,62 persen dengan rata rata 1,66 poin per pertandingan.
Bersama Timnas Kanada, termasuk kelompok U-23, ia mencatat 37 kemenangan dari 62 laga dengan persentase kemenangan 59,67 persen dan rata rata 1,93 poin per pertandingan.
Sementara saat menangani Timnas Putri Kanada, Herdman membukukan rasio kemenangan 57,4 persen dengan raihan 2,01 poin per pertandingan.
Salah satu pencapaian paling menonjol adalah lonjakan peringkat Kanada di daftar FIFA.
Ketika Herdman mulai menangani timnas putra pada Maret 2018, Kanada berada di posisi 90 dunia. Dalam empat tahun, peringkat tersebut melonjak hingga posisi 33 pada Februari 2022, yang menjadi peringkat tertinggi sepanjang sejarah sepak bola Kanada sebelum ia mengakhiri masa tugasnya pada 2023.
Filosofi kepelatihan Herdman bertumpu pada tiga pilar utama, yakni Team Spirit, Tactical Excellence, dan Team Chemistry. Kepercayaan menjadi fondasi utama dalam kinerja tim, disertai kejelasan peran dan identitas permainan yang membangun rasa aman psikologis di dalam tim. Dari fondasi tersebut, tercipta chemistry yang membuat performa kolektif melampaui kemampuan individu.
Perjalanan kepelatihan Herdman dimulai di Selandia Baru pada periode 2001 hingga 2011 sebagai Regional and National Football Development Director. Ia berperan penting dalam merancang sistem pembinaan pemain nasional, termasuk Whole of Football Plan 2010, pengembangan kurikulum kepelatihan, serta sistem pengembangan talenta terpadu.
Pada 2006, Herdman dipercaya menangani Timnas Putri Selandia Baru dan mencatat hasil bersejarah di Olimpiade Beijing 2008 serta Piala Dunia 2011, termasuk gelar juara Oseania 2010 dan kemenangan pertama atas tim Eropa serta Amerika Selatan.
Kesuksesan berlanjut saat ia menukangi Timnas Putri Kanada mulai 2011. Di bawah kepemimpinannya, Kanada meraih emas Pan American Games 2011, medali perunggu Olimpiade 2012 dan 2016, serta mencapai peringkat FIFA tertinggi di posisi keempat dunia.
Tantangan berikutnya datang pada 2018 ketika Herdman mengambil alih Timnas Kanada putra. Ia membawa Kanada lolos ke Piala Dunia 2022 untuk pertama kalinya sejak 1986, mencatat rekor 17 laga tak terkalahkan di kualifikasi, serta menorehkan gol pertama Kanada di ajang Piala Dunia.
Kariernya kemudian berlanjut ke level klub bersama Toronto FC pada 2023. Saat itu, klub berada di dasar klasemen. Dalam satu musim, performa tim meningkat signifikan dengan lonjakan poin 68 persen, peningkatan jumlah kemenangan hingga 175 persen, serta delapan clean sheet, terbanyak sejak 2019. Toronto FC juga lolos fase grup Leagues Cup untuk pertama kalinya dan mencapai final Canadian Championship.
Melalui pendekatan yang konsisten dalam membangun struktur, budaya kerja, dan identitas permainan, Herdman dikenal sebagai pelatih yang mampu mengangkat performa tim melampaui ekspektasi. Dengan rekam jejak tersebut, PSSI menaruh harapan besar agar Herdman dapat membawa Timnas Indonesia naik ke level yang lebih kompetitif di kancah internasional. (H-4)





