Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen Suharyanto, mengatakan target hunian sementara (Huntara) di Sumatera Utara (Sumut) akan selesai pada akhir Januari 2026, menjelang bulan puasa.
"Target di akhir Januari atau sebelum puasa, ini masyarakat diharapkan sudah masuk huntara dan sebagian hunian tetap (huntap)," kata Suharyanto saat konferensi pers di Aula Raja Inal Siregar, Medan, Senin (12/1).
Suharyanto menjelaskan bahwa huntara dan huntap di Sumut ini merupakan program dari pemerintah untuk masyarakat yang rumahnya hancur akibat bencana yang terjadi pada November 2025.
Ia mengatakan, ada tiga kabupaten yang mengajukan pembangunan huntara. "Tapanuli Utara ada 40 unit rumah, Tapanuli Tengah ada 209 unit, dan Tapanuli Selatan ada 809 unit," ucap Suharyanto.
Sedangkan huntap 7 kabupaten. "Untuk huntap, ini ada di 7 kabupaten yang terdampak mengajukan," katanya.
Suharyanto menuturkan, di wilayah Sumut akan dibangun sebanyak 5.951 unit huntap. Ia menyebut program huntap tersebut diperkirakan sekitar 20 persen sudah terbangun.
"Per hari ini, hunian tetap yang akan dibangun di seluruh Sumatera Utara ada 5.951 unit. Rata-rata sudah berjalan, mungkin per hari ini sekitar 20 persen sudah terbangun," ujar Suharyanto.
Menurut Suharyanto, bagi masyarakat yang tidak mau menempati huntap maupun huntara, bisa relokasi secara mandiri dengan bantuan BNPB.
"Kemudian ada masyarakat yang tidak mau ke situ (huntap dan huntara), minta relokasi mandiri itu, diperbolehkan. Masyarakat menunjukkan titiknya, tanahnya, nanti yang membangun adalah BNPB, itu relokasi mandiri," ucap Suharyanto.



