Jakarta: Kawasan depan Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jalan Pangeran Diponegoro, Jakarta Pusat, kembali menjadi sorotan terkait keberadaan pedagang kaki lima (PKL) dan parkir liar. Meski penertiban dan penjagaan rutin dilakukan Satpol PP DKI Jakarta, aktivitas berdagang di atas trotoar masih kerap terjadi dengan pola kucing-kucingan.
Pantauan di lokasi pada Senin, 12 Januari 2026, menunjukkan trotoar relatif lebih lengang pada jam-jam tertentu. Namun, saat pengawasan petugas mengendur, sejumlah pedagang kembali memanfaatkan ruang pejalan kaki untuk berjualan, terutama pada siang hingga menjelang sore hari.
Pedagang kaki lima di kawasan depan RSCM mengakui adanya penjagaan rutin dari Satpol PP. Penertiban dilakukan pada jam-jam tertentu untuk mengosongkan trotoar dari aktivitas berdagang dan parkir liar.
Baca Juga :
Jadi Biang Kerok Macet, Satpol PP Bersihkan PKL dan Parkir Liar di Depan RSCM“Di rumah ada anak-anak, butuh jajan, butuh masak,” ujar pedagang tersebut kepada Metrotvnews.com.
Pedagang lainnya juga menanggapi keluhan kemacetan di kawasan tersebut dengan sudut pandang berbeda. Menurut mereka, aktivitas berdagang di trotoar bukan satu-satunya penyebab kemacetan.
“Serba salah dagang di sini. Kalau tidak ada, pengunjung komplain. Kalau di dalam sepiring, di sini bisa tiga piring,” ujar pedagang lainnya.
Meski telah ditertibkan Satpol PP, pedagang kaki lima (PKL) "diam-diam" tetap berjualan di trotoar RSCM Jakarta Pusat. Foto: Metro TV/Cony Brillian
Menurut para pedagang, kemacetan di depan RSCM lebih dipengaruhi oleh lampu merah di persimpangan Jalan Pangeran Diponegoro. Antrean kendaraan, kata mereka, terjadi saat lampu merah menyala, bukan semata akibat aktivitas pedagang kaki lima.
Saat ditanya soal penertiban, para pedagang mengaku sudah terbiasa dengan risiko barang dagangan disita hingga proses persidangan. Namun, kebutuhan ekonomi membuat mereka tetap memanfaatkan peluang berjualan saat pengawasan petugas melemah.
Pola berdagang menyesuaikan jam penjagaan Satpol PP. Pedagang menyebut pengawasan biasanya dilakukan pada pagi hari sekitar pukul 07.00 hingga 10.00, lalu kembali pada sore hari sekitar pukul 15.00 hingga 17.00. Di luar jam tersebut, aktivitas berdagang kembali muncul di trotoar.
Meski telah ditertibkan Satpol PP, pedagang kaki lima (PKL) "diam-diam" tetap berjualan di trotoar RSCM Jakarta Pusat. Foto: Metro TV/Cony Brillian
Trotoar depan RSCM selama ini dikenal sebagai titik rawan pelanggaran fungsi ruang publik, baik oleh pedagang kaki lima maupun parkir liar. Kondisi ini kerap dikeluhkan karena mengganggu pejalan kaki dan memicu kemacetan.
Satpol PP Jakarta Pusat rutin melakukan penertiban untuk mengembalikan fungsi trotoar sesuai peruntukannya. Namun, tingginya aktivitas di kawasan rumah sakit serta tekanan ekonomi membuat praktik berdagang terus berulang hingga kini.

