Profil Proyek RDMP Balikpapan yang Diresmikan Prabowo, Investasi Rp 124 Triliun

katadata.co.id
7 jam lalu
Cover Berita

Presiden Prabowo Subianto meresmikan proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan, Kalimantan Timur pada hari ini (12/1). Kilang minyak terbesar yang dibangun PT Pertamina ini ditaksir menelan investasi mencapai US$ 7,4 miliar atau Rp 124 triliun. 

“Dengan mengucap bismillahirrohmanirrohim pada hari ini, Senin Januari 2026. Saya Prabowo Presiden Republik Indonesia dengan ini meresmikan Infrastruktur Energi Terintegrasi Pertamina Refinery Development Master Plan Balikpapan,” kata Prabowo dalam peresmian operasi Proyek RDMP Balikpapan, Senin (12/1).

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan, proyek RDMP Balikpapan  merupakan yang terbesar di Indonesia. Pemerintah terakhir kali meresmikan proyek RDMP pada 1994 atau 32 tahun lalu untuk Kilang Balongan, Indramayu, Jawa Barat.

“RDMP ini, kita bisa menghemat devisa sekitar Rp 60 triliun lebih melalui penambahan kapasitas 100 ribu barel,” ujar Bahlil dalam kesempatan yang sama.

Proses Pengolahan Kilang

Menurut Pertamina, proses pengolahan minyak diawali dengan kedatangan bahan baku berupa minyak mentah (crude) yang ditampung pada dermaga terapung Single Point Mooring (SPM) berkapasitas 320.000 Dead Weight Ton (DWT). Fasilitas ini mampu menerima Very Large Crude Carrier (VLCC), kapal pengangkut minyak mentah berukuran raksasa.

Selain dermaga terapung, Pertamina juga membangun dua tangki raksasa dengan kapasitas masing-masing 1 juta barel, sebagai gudang bahan baku. Dua tangki tersebut menambah total cadangan penyimpanan menjadi 7,6 juta barel.

Fasilitas ini dihubungkan melalui pipa sepanjang sekitar 20 kilometer yang membentang di darat dan bawah laut. 

Untuk mengelola bahan baku, kilang memerlukan bahan bakar yang dialirkan menggunakan Pipa Gas Senipah-Balikpapan sepanjang 78 km. Pipa ini memiliki kapasitas alir 125 MMSCFD.

Bahan baku kemudian dialirkan melalui pipa ke Kilang Balikpapan, dan memasuki fasilitas Crude Distillation Unit (CDU) dan Residual Fluid Catalytic Cracking (RFCC). Fasilitas CDU ini berfungsi untuk mengolah minyak.

Sebelum ada proyek RDMP, fasilitas CDU hanya memiliki kapasitas 260 ribu barel. Melalui proyek ini, kapasitas CDU kemudian ditingkatkan 100 ribu barel menjadi 360 ribu barel.

Sementara itu, unit RFCC berperan sebagai pengubah residu sisa olahan menjadi produk yang bernilai tinggi.

Pertamina menjelaskan kilang Balikpapan saat ini memproduksi beberapa produk. Mulai dari bahan bakar minyak (BBM) Gasoline, Diesel dan Avtur dengan standar EURO V yang ramah lingkungan, LPG, serta produk Petrokimia turunan lainnya seperti Propylene dan sulfur.

Setelah BBM selesai diproduksi, selanjutnya akan didistribusikan ke masyarakat. Proses ini dilakukan melalui Terminal BBM Tanjung Batu dengan kapasitas 125 ribu kilo liter.

Profil RDMP Balikpapan

Proyek yang dibangun sejak 2019 ini mencakup sistem penerimaan minyak mentah, pengolahan, hingga penunjang keandalan rantai pasok energi secara menyeluruh. RDMP Balikpapan termasuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN).

Total nilai investasi yang dikeluarkan untuk proyek ini mencapai US$ 7,4 miliar atau Rp 124 triliun. Nilai ini terdiri dari US$ 4,3 miliar berasal dari ekuitas, sedangkan US$ 3,1 miliar diperoleh melalui pinjaman yang didukung oleh Export Credit Agency (ECA). 

Investasi ini alokasikan untuk memodernisasi kilang eksisting, sehingga meningkatkan kapasitas pengolahan minyak, menghasilkan BBM berkualitas tinggi dan ramah lingkungan, serta hilirisasi industri petrokimia.

Sebelum adanya proyek RDMP, Kilang RU V Balikpapan merupakan kilang pengolahan minyak terbesar kedua di Indonesia dengan kapasitas kilang 260 kilo barrel per day (KBPD) atau 25,2% dari total kapasitas kilang yang dimiliki Pertamina. 

Proyek RDMP Balikpapan meningkatkan kapasitas pengolahan kilang dari 260 KBPD menjadi 360 KBPD. Proyek ini juga meningkatkan kualitas produk dari EURO II menjadi EURO V, hingga meningkatkan produk BBM dari 197 KBPD menjadi 339 KBPD dan produk LPG dari 48 kilo tonnes per tahun (KTPA) menjadi 384 KTPA.

Berdasarkan laman resmi Kilang Pertamina International, kilang seluas 283,82 hektare ini memproduksi Solar, Premium, Pertalite, Pertadex, Avtur, Smooth Fluid

RDMP Balikpapan dirancang dan dilaksanakan dalam tiga lingkup utama proyek yang saling terhubung dan terintegrasi. Hal ini dilakukan untuk memastikan kesiapan operasional kilang serta keberlanjutan pasokan energi nasional. 

Lingkup pertama adalah early work, yang mencakup 16 paket pekerjaan pendahuluan. Tahap ini meliputi persiapan dan pematangan lahan, pembangunan infrastruktur dasar, penyediaan utilitas sementara, serta pembangunan fasilitas penunjang konstruksi. 

Early work menjadi tumpuan untuk mendukung kelancaran dan keselamatan seluruh tahapan konstruksi utama RDMP Balikpapan.

Pada lingkup kedua, Pertamina melaksanakan pengembangan dan pembangunan fasilitas utama kilang. Mencakup 39 unit, terdiri dari 21 unit proses baru serta 13 unit fasilitas utilitas pendukung.

Tidak hanya membangun unit baru, proyek ini juga melakukan revitalisasi 4 unit fasilitas utama pengolahan, antara lain unit distilasi minyak mentah, unit pengolahan residu, unit hydrocracking dan hydrotreating, serta pemulihan LPG.

Pembangunan dan revitalisasi unit-unit ini bertujuan untuk meningkatkan fleksibilitas dan keandalan pengolahan minyak mentah, sekaligus mendukung peningkatan kualitas produk BBM sesuai standar yang lebih tinggi.

Lingkup ketiga merupakan penguatan infrastruktur penerimaan dan penyaluran minyak mentah, yang mencakup pembangunan dua tangki penyimpanan minyak mentah berkapasitas masing-masing 1 juta barel. 

Pada tahap ini, Pertamina juga membangun jaringan pipa transfer line onshore dan offshore berdiameter 20 inci, unloading line onshore dan offshore berdiameter 52 inci, serta fasilitas Single Point Mooring (SPM) dengan kapasitas sandar kapal hingga 320.000 DWT. 

Infrastruktur ini dirancang untuk meningkatkan efisiensi, keamanan, dan keandalan penerimaan minyak mentah dari kapal tanker berkapasitas besar.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Sinkhole Telan Rumah Warga, Ribuan Orang Langsung Gelandangan
• 20 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
21 Poin Rekomendasi Rakernas PDIP: Partai Penyeimbang-Tolak Pilkada Via DPRD
• 10 jam laludetik.com
thumb
Banjir Rendam 100 Rumah di Sentral Rangkasbitung
• 16 jam lalutvonenews.com
thumb
Gebrakan Gubernur Jabar KDM: Siapkan Sanksi Berat Bagi Proyek Berkualitas Buruk di Jawa Barat
• 23 jam lalutvonenews.com
thumb
Wakapolri Targetkan SMA Kemala Taruna Bhayangkara Mulai Beroperasi pada 2026, Siap Cetak Generasi Emas
• 5 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.