JAKARTA, KOMPAS.com - Suku Dinas (Sudin) Lingkungan Hidup (LH) Jakarta Timur menargetkan pengangkutan sampah lama di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, akan rampung hari ini, Senin (12/1/2026).
Kepala Satuan Pelaksana Lingkungan Hidup (Satpel LH) Kecamatan Kramat Jati, Dwi, mengatakan, volume sampah yang tersisa hanya tinggal beberapa meter kubik.
"Insyaallah hari ini sampah lama ini sudah bisa dikatakan kondusif. Tinggal hanya beberapa meter kubik lagi. Total semua sampah yang sudah terangkut hingga kemarin itu hampir mendekati 2.000 ton," ungkap Dwi saat dikonfirmasi, Senin.
Baca juga: Kecelakaan Bus Transjakarta di Tanjung Barat, Satu Penumpang Luka-luka
Ia menambahkan, pihaknya menargetkan pengangkutan tambahan sekitar 400 hingga 500 ton sampah hari ini apabila skema dua rit pengangkutan berjalan optimal.
"Tapi kalau tidak, misalkan sekitar 350-an ton. Jadi sekitar 2.300-an ton per hari ini yang sudah bisa diangkut," tutur Dwi.
var endpoint = 'https://api-x.kompas.id/article/v1/kompas.com/recommender-inbody?position=rekomendasi_inbody&post-tags=Pasar Induk Kramat Jati, tumpukan sampah, sampah Pasar Induk Kramat Jati&post-url=aHR0cHM6Ly9tZWdhcG9saXRhbi5rb21wYXMuY29tL3JlYWQvMjAyNi8wMS8xMi8yMTU5MjA0MS8yMzAwLXRvbi1zYW1wYWgtcGFzYXItaW5kdWsta3JhbWF0LWphdGktZGl0YXJnZXRrYW4tdGVyYW5na3V0LWhhcmktaW5p&q=2.300 Ton Sampah Pasar Induk Kramat Jati Ditargetkan Terangkut Hari Ini§ion=Megapolitan' var xhr = new XMLHttpRequest(); xhr.addEventListener("readystatechange", function() { if (this.readyState == 4 && this.status == 200) { if (this.responseText != '') { const response = JSON.parse(this.responseText); if (response.url && response.judul && response.thumbnail) { const htmlString = `Dwi menjelaskan, hingga Minggu (11/1/2026), pihaknya telah mengerahkan 132 truk untuk mengangkut tumpukan sampah di Pasar Induk Kramat Jati.
"Hari ini hari kelima. Kita sudah berhasil mengangkut sekitar 132 truk sampai kemarin. Hari ini di-plotting 36 kendaraan. Berarti di total sekitar 168 truk ya. Yang 36 ini kita proyeksikan juga bisa dua rit ke Bantargebang, kita sudah minta prioritas pembuangan," ucap Dwi.
Meski demikian, Dwi mengakui pihaknya menghadapi sejumlah kendala dalam proses pengangkutan, terutama karena kondisi sampah yang basah dan bercampur.
"Jadi proses untuk pengambilan melakukan shovel ini agak susah. Beberapa kali kita coba, itu harus dicongkel dulu. Jadi ketika di-shovel karena padat, shovel-nya itu agak mengangkat ban belakangnya," jelasnya.
Baca juga: Flyover KH Noer Ali Bekasi Ramai Lancar saat Jam Pulang Kerja Usai Diguyur Hujan
"Kedua cuaca mungkin. Seperti ini, kita kalau tadi hujan besar kita berhenti dulu karena takut ya kondisi lagi begini sangat membahayakan untuk operator maupun yang sedang memasang terpal di sebelah sana untuk perapihan penutupan truk armada tersebut," ujarnya.
Sebelumnya, gunungan sampah di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, mulai diangkut oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta.
Berdasarkan pantauan Kompas.com di lokasi, Kamis (8/1/2026), sebanyak tiga alat berat dikerahkan untuk mengurai tumpukan sampah di Tempat Penampungan Sementara (TPS) pasar tersebut.
Alat berat itu digunakan untuk memindahkan sampah ke truk-truk pengangkut milik DLH.
Kondisi ini berbeda dibandingkan sehari sebelumnya, ketika hanya terlihat satu alat berat yang beroperasi di lokasi. Sejumlah titik tumpukan sampah juga mulai berkurang ketinggiannya dibandingkan hari-hari sebelumnya.
Meski demikian, kondisi jalan di sekitar TPS masih terlihat becek dan licin akibat sisa sampah yang tercecer di badan jalan. Di tengah proses pengangkutan, masih tampak beberapa warga yang membuang sampah di kawasan tersebut.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang


