Bahlil Ungkap Banyak Drama di Balik Rampungnya RDMP Kilang Balikpapan: Ada Udang di Balik Batu

tvonenews.com
8 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, tvOnenews.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa proses penyelesaian proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) atau revitalisasi Kilang Balikpapan diwarnai berbagai persoalan.

Hal tersebut disampaikannya saat peresmian proyek di Kalimantan Timur, yang dihadiri Presiden Prabowo Subianto, Senin (12/1/2026).

“Proyek RDMP ini, Bapak Presiden, banyak dramanya. Saya harus jujur katakan, banyak dramanya,” ujar Bahlil.

Ia menjelaskan, proyek RDMP Kilang Balikpapan sejatinya ditargetkan rampung pada 2024.

Namun, dalam perjalanannya terjadi insiden kebakaran pada salah satu bagian kilang yang menghambat penyelesaian proyek.

Bahlil menilai peristiwa tersebut tidak terjadi secara alami. Ia mencurigai adanya unsur kesengajaan dari pihak-pihak yang tidak menginginkan proyek strategis nasional itu diselesaikan.

“Kami minta untuk investigasi, ternyata ada udang di balik batu. Masih ada pihak-pihak yang tidak rela kalau kita itu mempunyai cadangan dan swasembada energi. Agar impor terus,” ujar Bahlil.

Meski menghadapi berbagai tantangan, Bahlil menyebut seluruh hambatan tersebut berhasil diatasi hingga akhirnya proyek revitalisasi Kilang Balikpapan dapat diselesaikan dan diresmikan oleh Presiden Prabowo Subianto.

Proyek RDMP Kilang Balikpapan menelan investasi sekitar 7,4 miliar dolar AS atau setara Rp124,79 triliun dengan asumsi kurs Rp16.864 per dolar AS.

Melalui proyek ini, kapasitas produksi bahan bakar minyak meningkat dari 260 ribu barel per hari menjadi 360 ribu barel per hari dengan standar kualitas Euro V.

Selain itu, Indeks Kompleksitas Kilang meningkat signifikan dari 3,7 menjadi 8, sementara persentase nilai produk naik menjadi 91,8 persen dari sebelumnya 75,3 persen.

Revitalisasi Kilang Balikpapan dinilai sebagai langkah strategis dalam mewujudkan swasembada energi sesuai agenda Asta Cita pemerintah.

Dengan peningkatan kapasitas dan kualitas produksi, Indonesia diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pada impor BBM dan LPG untuk kebutuhan domestik.

“Dengan beroperasinya RDMP Balikpapan, maka kita dapat mengurangi ketergantungan impor BBM dan LPG, serta dapat menghasilkan produk dengan kualitas setara EURO V yang tentunya lebih ramah lingkungan," ujar Bahlil. (ant/rpi)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Komisi III DPR Putuskan Polri di Bawah Presiden, Sahabat Polisi Indonesia Beri Dukungan
• 17 jam lalufajar.co.id
thumb
Posisi Xabi Alonso Aman atau Terancam Usai Takluk dari Barcelona? Haters Pasti Kecewa Jawaban Jurnalis Terpercaya
• 8 jam laluharianfajar
thumb
Pascabencana Sumatra, Potensi Area Hutan yang Direhabilitasi 49.197 Ha
• 21 jam lalukatadata.co.id
thumb
Selidiki Aktor Besar di Balik Tambang Emas Ilegal Sumbar, Bareskrim Turun Langsung ke Lokasi
• 14 jam lalutvonenews.com
thumb
NTB–NTT Optimis Jadi Tuan Rumah PON 2028
• 11 jam lalutvrinews.com
Berhasil disimpan.