jpnn.com, JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa jajaran menteri dalam Kabinet Merah Putih tetap solid dan kompak dalam menjalankan program prioritas pemerintah.
Penegasan ini sekaligus menepis berbagai analisis di media sosial yang menyebut adanya keretakan di lingkaran internal kepresidenan.
BACA JUGA: Abdul Rahman Farisi Nilai Keberhasilan Kabinet Cerminkan Kepemimpinan Prabowo
Hal tersebut disampaikan Presiden Prabowo saat meresmikan 166 Sekolah Rakyat secara serentak dari Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin (12/1/2026).
Di hadapan para pejabat negara, murid dan guru-guru Sekolah Rakyat, Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin, Prabowo menilai kerja sama antarkementerian yang terbangun di dalam Kabinet merah Putih "luar biasa".
BACA JUGA: Konon Retret Kabinet di Hambalang Jadi Ajang Evaluasi dan Persiapan Reshuffle Lagi
"Saya benar-benar bahagia hari ini. Kementerian-kementerian saya, Kabinet, saya merasakan kompak. Jangan percaya orang-orang yang terlalu pinter. Yang ngomong di mana? Di sosmed (media sosial, red.), menganalisa terjadi suatu perpecahan di antara lingkungannya Prabowo. Seru (analisis tersebut, red.). Saya sendiri tertarik dari mana ini? Tetapi, enggak. Saya merasa kerja keras, kompak, team work yang luar biasa sehingga kita mencapai keberhasilan demi keberhasilan, bukti demi bukti," kata Presiden Prabowo saat berbicara dalam acara peresmian 166 Sekolah Rakyat di berbagai daerah Indonesia dari Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin.
Bukti-bukti yang disebut Presiden Prabowo itu di antaranya merujuk pada keberhasilan pemerintah mewujudkan swasembada beras pada 31 Desember 2025.
BACA JUGA: Retret Kabinet Jilid II, Presiden Evaluasi-Tempa Hambalang Man & Hambalang Woman
"Saya ulangi, Desember 31, tahun 2025, Indonesia resmi mencapai swasembada beras di tengah tahun 2024 dan 2025 Indonesia mengalami El Nino dilanjutkan dengan kekeringan berkepanjangan. Kita bisa mengatasi, dan kita bisa menghasilkan produksi beras tertinggi sepanjang sejarah Republik Indonesia. Cadangan beras kita di gudang pemerintah hari ini tertinggi selama sejarah Republik Indonesia," kata Presiden Prabowo.
Prabowo melanjutkan setelah swasembada beras, dalam waktu yang tidak terlalu lama, pemerintahannya akan mewujudkan swasembada jagung.
"Sebentar lagi kita swasembada jagung untuk pakan para petani dan peternak. Habis itu, kita akan swasembada di bidang-bidang yang lain," sambung Presiden.
Bukti lainnya, Presiden melanjutkan 166 Sekolah Rakyat yang berhasil terbangun dan operasional. Sekolah Rakyat merupakan sekolah berbasis asrama, yang seluruh biayanya ditanggung penuh oleh pemerintah, dan diperuntukkan kepada murid-murid dari latar keluarga desil 1 (miskin ekstrem) dan desil 2 (miskin).
"Sasaran kita adalah 500 Sekolah Rakyat sampai tahun 2029 Insyaallah tercapai, dan saya minta maaf kami masih belum bisa menghasilkan lebih banyak daripada yang sekarang. Ini pun usahanya sudah luar biasa, dan saya untuk itu, saya sampaikan penghormatan sebesar-besarnya kepada Menteri Sosial, dan jajarannya yang bekerja keras," ujar Presiden.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf merupakan pejabat yang ditunjuk oleh Presiden sebagai leading sector untuk pelaksanaan program Sekolah Rakyat.(antara/jpnn)
Video Terpopuler Hari ini:
Redaktur & Reporter : Budianto Hutahaean




