Terungkap Alasan Rezim Trump Kriminalisasi Ketua The Fed

wartaekonomi.co.id
6 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump diam-diam meningkatkan tekanan terhadap Federal Reserve (The Fed) (The Fed). Baru-baru ini, terdapat ancaman pidana terhadap Ketua The Fed, Jerome Powell.

Powell baru-baru ini mengaku bahwa dirinya mendapatkan ancaman dari Departemen Kehakiman Amerika Serikat (AS). Dirinya mendapatkan surat panggilan juri federal (grand jury subpoenas) berkaitan dengan kesaksiannya mengenai pembengkakan biaya proyek renovasi kompleks kantor pusat bank sentral di Washington.

Baca Juga: Usai Venezuela, Giliran Kuba Diancam Trump

“Pada Jumat, Departemen Kehakiman menyampaikan surat panggilan juri federal kepada bank sentral yang mengancam dakwaan pidana terkait kesaksian saya di Komite Perbankan Senat,” kata Powell, dilansir Selasa (13/1).

Powell menilai langkah itu sebagai dalih untuk menekan bank sentral agar menurunkan suku bunga secara agresif. Meski demikian, ia menegaskan bahwa dirinya menghormati supremasi hukum dan prinsip akuntabilitas.

“Tidak ada seorang pun, termasuk ketua bank sentral, berada di atas hukum,” ujarnya.

Namun, Powell menilai langkah tersebut tidak dapat dilepaskan dari tekanan politik yang lebih luas. Ia menegaskan bahwa ancaman dakwaan pidana itu bukan terkait renovasi gedung maupun fungsi pengawasan, melainkan akibat kebijakan suku bunga yang tidak sejalan dengan keinginan dari Trump.

“Tindakan yang belum pernah terjadi ini harus dilihat dalam konteks ancaman dan tekanan berkelanjutan dari pemerintahan untuk menurunkan suku bunga dan mendapatkan pengaruh yang lebih besar atas The Fed,” kata Powell. 

Perselisihan tersebut kembali menyoroti isu independensi bank sentral dalam menetapkan kebijakan moneter tanpa intervensi politik. Trump sejak kembali menjabat terus mendesak bank sentral memangkas suku bunga secara tajam, dengan alasan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan menurunkan beban biaya pinjaman.

Powell dijadwalkan menyelesaikan masa jabatannya pada Mei. Namun, ia tidak diwajibkan mundur dan sejumlah analis menilai tekanan dari pemerintahan justru dapat meningkatkan peluang sang ekonom untuk tetap bertahan sebagai bentuk perlawanan terhadap intervensi politik.

Baca Juga: 3 Tahap, Begini Rencana Trump Buat Venezuela

Independensi bank sentral, khususnya dalam penetapan suku bunga guna mengendalikan inflasi, selama ini dipandang sebagai pilar utama stabilitas ekonomi dan sistem keuangan dari Amerika Serikat.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Presiden Prabowo tiba di Ibu Kota Nusantara
• 11 jam lalutvrinews.com
thumb
12 Artis Alami Pelecehan Seksual Verbal dan Fisik, Ada Aurelie Moermans
• 19 jam lalutheasianparent.com
thumb
Es Krim Terbuat dari Susu, Kenapa Masih Perlu Sertifikasi Halal?
• 12 jam lalukumparan.com
thumb
KAI Services Terapkan Platform E-Procurement untuk Pengadaan Lebih Terbuka
• 14 jam lalumediaapakabar.com
thumb
Indonesia bidik 82 emas di ASEAN Para Games 2025
• 14 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.