Berkat Aplikasi Jemput Sekolah Pakai GPS, Siswa Mentari Intercultural School Jakarta Berjaya di IPITEx Bangkok 2026

disway.id
7 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID - Jemputan sekolah bakal bebas macet berkat karya anak bangsa RI bikin bangga dengan menorehkan prestasi di bidang inovasi paling prestisius di Thailand. 

Dalam ajang inovasi internasional Bangkok International Intellectual Property, Invention, Innovation and Technology Exposition (IPITEx) 2026 di Bangkok International Trade and Exhibition Centre (BITEC), Mentari Intercultural School Jakarta (MISJ) tampil gemilang dengan mengirimkan 10 tim siswa dan berhasil meraih berbagai penghargaan prestisius, termasuk medali emas, perak, sejumlah special award internasional, hingga penghargaan tertinggi kategori youth. 

Salah satu pencapaian paling membanggakan diraih oleh Tim Traffigo yang terdiri dari Zihny, Arga, Tala, Erlangga, Jason, Affan, and Fathir.

Tim ini tidak hanya meraih medali emas, tetapi juga memperoleh Special Award dari Nizhny Novgorod State Technical University, serta dianugerahi International Young Inventor Award, yaitu penghargaan tertinggi kategori youth pada IPITEx 2026.

BACA JUGA:Kagum Bahasa Inggris Siswa Sekolah Rakyat, Prabowo: Bagusnya Kita Kirim ke Luar Negeri

Aplikasi Penjemputan Siswa 

Traffigo merupakan sistem manajemen lalu lintas dan koordinasi penjemputan siswa berbasis aplikasi mobile, yang memanfaatkan pelacakan GPS dan notifikasi real-time untuk mengurangi kemacetan di sekitar sekolah.

Solusi ini telah diuji coba di tiga sekolah swasta dan negeri di Jakarta Selatan yang dikenal memiliki tingkat kepadatan lalu lintas tinggi pada jam penjemputan siswa.

Hasil uji coba menunjukkan perbaikan yang terukur, antara lain berkurangnya antrean kendaraan, waktu tunggu penjemputan yang lebih singkat, serta alur lalu lintas yang lebih tertata dan aman. 

BACA JUGA:Prabowo Targetkan 500 Sekolah Rakyat hingga 2029, Bidik 500 Ribu Siswa Jadi Anak Didik

Salah satu anggota tim, Zihny Amartya Equinarru, membagikan pengalamannya selama mengikuti kompetisi internasional ini: 

“Sangat menyenangkan bisa mempresentasikan proyek kami dan melihat berbagai inovasi dari booth-booth lain. Dengan bimbingan para mentor, kami belajar bagaimana menjawab pertanyaan dengan percaya diri dan mengajak orang berdiskusi. Tanpa mereka, kami tidak mungkin bisa meraih pencapaian ini," katanya.

BACA JUGA:Gus Ipul: 166 Sekolah Rakyat Resmi Beroperasi, Tampung Hampir 16 Ribu Siswa

Deretan Peraih Medali Emas 

Selain Traffigo, MISJ juga meraih medali emas melalui beberapa tim lain dengan inovasi berbasis teknologi dan dampak nyata: 

Dermatect (Zaira, Daris, Bama, Sophie, Aston, Alaric), sistem skrining kanker kulit (melanoma) non-invasif berbasis automated machine learning (AML) melalui aplikasi mobile, yang telah diuji di RS Kanker Dharmais, Jakarta, serta meraih Special Award dari Hongkong Dream Technology. 

CritterCoach (Kalinda, Arga Fattah, Jessica Nauli, Luke Kumala, Jessica Zahra), aplikasi self-care berbasis AI untuk membangun disiplin dan konsistensi pada atlet remaja, yang telah diuji di Jakarta Selatan. 

  • 1
  • 2
  • 3
  • »

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Bajak Laut Serbu Kapal IB FISH 7 di Perairan Gabon, 4 Pelaut Indonesia Jadi Sandera Bersenjata
• 26 menit lalumerahputih.com
thumb
Profil Roby Tremonti, Aktor yang Dikaitkan dengan Memoar Broken Strings Aurelie Moeremans
• 16 jam lalugrid.id
thumb
Nelayan Jembrana Bali Temukan Jenazah Terapung, Polisi Lakukan Identifikasi | SAPA PAGI
• 20 jam lalukompas.tv
thumb
Proyek RDMP Balikpapan Diresmikan: Kilang Terbesar Sepanjang Sejarah Indonesia Siap Perkuat Ketahanan Energi
• 13 jam lalupantau.com
thumb
Liverpool ke putaran empat setelah taklukkan Barnsley 4-1
• 3 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.