WASHINGTON, KOMPAS.TV - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengancam untuk meluncurkan operasi militer di Iran menyusul demonstrasi besar-besaran di negara tersebut.
Trump menyatakan, pihaknya membuka opsi operasi militer usai korban demonstrasi Iran dilaporkan mencapai ratusan orang.
Sebelumnya, organisasi Human Rights Activists News Agency yang berbasis di AS melaporkan jumlah korban jiwa dalam demonstrasi Iran mencapai 544 orang, termasuk 468 demonstran dan 48 petugas keamanan.
Sedangkan korban luka disebut mencapai lebih dari 10.600 orang. Human Rights Activists News Agency mengaku mendapatkan data korban dari jejaring aktivis di Iran.
Baca Juga: Protes Meluas di Iran: Trump Buka Suara-Pemimpin Tertinggi Iran Balik Menuding | SAPA PAGI
Donald Trump menyatakan pemerintah Iran telah berkomunikasi dengan AS. Trump menyebut kedua negara telah sepakat untuk berunding terkait demonstrasi.
Tetapi, Trump menyebut Washington kemungkinan akan "terpaksa bertindak" mengingat bertambahnya jumlah korban jiwa.
"Rapat telah dijadwalkan, tetapi kami mungkin harus bertindak kartena apa yang terjadi sebelum pertemuan," kata Trump dikutip Associated Press, Senin (12/1).
"Namun, rapat sudah ditentukan. Iran memanggil, mereka mau berunding," katanya.
Pemerintah Iran belum menanggapi secara spesifik pernyataan Trump.
Penulis : Ikhsan Abdul Hakim Editor : Deni-Muliya
Sumber : Kompas TV
- demonstrasi iran
- donald trump
- amerika serikat
- korban demo iran
- demo iran

:strip_icc()/kly-media-production/medias/5470825/original/000922000_1768252280-WhatsApp_Image_2026-01-12_at_21.59.56.jpeg)
