Gedung Putih menyatakan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump bersedia menggunakan kekuatan militer di Iran. Trump disebut tak takut menggunakan kekuatan mematikan dan kekuatan militer AS dalam intervensi terhadap Iran.
"(Trump) Selalu menyatakan bahwa diplomasi adalah pilihan pertama. Namun, dia tidak takut menggunakan kekuatan mematikan dan kekuatan militer Amerika Serikat, jika dan ketika dia menganggapnya perlu," kata Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt kepada Fox News dilansir Al Jazeera, Selasa (13/1/2026).
"Tidak ada yang lebih tahu tentang hal itu selain rezim Iran," sambungnya.
Leavitt menyebut tidak ada yang mengetahui langkah Trump selanjutnya usai mengancam bakal melakukan intervensi militer di Iran.
"Apa yang akan dilakukan Presiden Trump selanjutnya, hanya dia yang tahu, jadi dunia harus terus menunggu dan menebak," kata Leavitt.
Klaim Iran Jalin Komunikasi TertutupLeavitt mengatakan Iran menjalin komunikasi tertutup secara langsung dengan Trump. Dalam komunikasi tertutup itu, Iran disebut mengirimkan pesan yang berbeda seperti yang dilakukan di hadapan publik.
"Apa yang dikatakan rezim Iran secara publik sangat berbeda dengan pesan yang mereka kirimkan kepada Amerika Serikat dan pemerintahan Trump secara pribadi," kata Leavitt.
Namun dia tidak menjelaskan lebih lanjut tentang isi percakapan tersebut.
(fca/fca)




