Bogor, IDN Times – Upaya pemberantasan buta huruf Al-Qur’an terus digencarkan di Kota Bogor. Menurut pemateri utama kajian, Euis Sufi Jatiningsih, hampir setengah masyarakat secara nasional belum begitu fasih membaca Al-Qur'an, sebagiannya merupakan warga Bogor.
Euis mengatakan, belajar membaca Al-Qur’an adalah investasi spiritual jangka panjang.
“Walaupun seseorang baru dalam tahap belajar membaca, Al-Qur'an akan melembutkan hatinya sehingga ia lebih mudah diarahkan pada kebaikan,” ujar dia di Masjid Universitas Ibn Khaldun (UIKA) Bogor, Senin (12/1/2026).
Menurut dia, program tahsin menjadi bagian penting dalam menekan angka buta huruf Al-Qur’an yang masih cukup tinggi di Indonesia. Melalui program Tahsin Al-Ghozy (TAG), lebih dari 1.000 peserta mengikuti Kajian Awal Semester (KAS) Semester II Tahun Ajaran 2025/2026.





