Megawati Tegaskan PDIP Tidak Akan Biarkan Stabilitas Dibangun Dengan Korbankan Demokrasi

merahputih.com
7 jam lalu
Cover Berita

MerahPutih.com - Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I PDI Perjuangan (PDIP), Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri kembali menegaskan jati diri partai besutannya sebagai partai ideologis sekaligus partai pelopor.

“Kita secara sadar dan bertanggung jawab memilih posisi sebagai kekuatan penyeimbang kekuasaan negara. Ini bukan sikap netral. Ini bukan posisi abu-abu. Ini adalah keputusan ideologis,” kata Megawati dalam pidato penutupan Rakernas di Beach City International Stadium, Ancol, Jakarta, Senin (12/1).

Ia menuturkan, sebagai yang mewarisi ajaran Bung Karno, PDIP memandang peran penyeimbang bukan sebagai sikap negatif atau destruktif.

Sebaliknya, hal tersebut merupakan pengabdian politik kepada rakyat, bangsa, dan negara, sebagaimana dicita-citakan dalam Pancasila dan UUD 1945.

“Kita mendukung setiap kebijakan negara yang berpihak kepada rakyat, yang menjamin keadilan sosial, memperkuat kedaulatan nasional, serta menjaga kelestarian lingkungan hidup,” ungkapnya.

Baca juga:

Hasil Rakernas, PDIP Dorong E-Voting Solusi Hemat Biaya Pilkada Langsung

Presiden ke-5 RI ini menekankan pada saat yang sama, PDIP memiliki kewajiban sejarah dan konstitusional untuk mengoreksi, menentang, bahkan melawan kebijakan yang menyimpang dari Pancasila, UUD 1945, dan cita-cita Proklamasi 17 Agustus 1945.

Megawati menegaskan, sejarah bangsa mengajarkan adanya kontradiksi antara kepentingan kekuasaan dan tuntutan keadilan rakyat. Ia secara spesifik menyoroti konteks pemerintahan saat ini.

“Pemerintahan Presiden Prabowo lahir melalui proses pemilihan umum, dengan dukungan politik yang besar dan penguasaan sumber daya negara yang kuat. Namun pengalaman sejarah juga membuktikan bahwa legitimasi elektoral dan besarnya kekuasaan negara tidak secara otomatis menjamin terwujudnya keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” jelas Megawati.

Megawati menginstruksikan agar kader PDIP tidak bersikap reaktif, apalagi destruktif. PDIP, kata dia, harus tampil sebagai kekuatan penyeimbang yang dewasa, ideologis, dan berakar kuat pada rakyat.

“Kita tidak bertujuan menciptakan instabilitas, tetapi juga tidak akan membiarkan stabilitas dibangun dengan mengorbankan demokrasi, keadilan sosial, keadilan ekologis, dan kedaulatan rakyat,” tegas Megawati. (Pon)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Menhan Tinjau Batalyon Teritorial di Kutai, Cek Senjata-Kesejahteraan Prajurit
• 1 menit lalukumparan.com
thumb
Pantau Situasi di Iran Memanas, Kemlu Pastikan WNI Aman dan Belum Perlu Dievakuasi
• 8 jam lalupantau.com
thumb
Megawati Tegas! Sebut Kritik Pemerintah Harus Berbasis Data dan Pengalaman Nyata Rakyat, Bukan Provokasi Emosional
• 4 jam lalutvonenews.com
thumb
Viral Tunanetra Kecebur ke Got Diduga Tak Didampingi Petugas, Ini Penjelasan Transjakarta
• 18 jam laluokezone.com
thumb
Soal Virus Super Flu, Waka Komisi IX Minta Kemenkes Perketat Pengawasan Super Flu: Jangan Anggap Remeh
• 1 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.