Proyek RDMP Balikpapan Beroperasi, RI Bisa Hemat Devisa Rp60 Triliun per Tahun

idxchannel.com
1 jam lalu
Cover Berita

Menurut data PT Pertamina (Persero), modernisasi kilang ini dapat menurunkan impor energi sebesar Rp68 triliun per tahun.

Proyek RDMP Balikpapan Beroperasi, RI Bisa Hemat Devisa Rp60 Triliun per Tahun. (Foto Istimewa)

IDXChannel – Proyek kilang minyak terbesar di Indonesia, Refinery Development Master Plan (RDMP) atau modernisasi kilang di Balikpapan resmi beroperasi. 

Proyek dengan nilai investasi mencapai USD7,4 miliar atau setara Rp123 triliun ini digadang-gadang menjadi kunci bagi Indonesia untuk lepas dari ketergantungan impor BBM.

Baca Juga:
RDMP Balikpapan Beroperasi, Indonesia Ditargetkan Tak Impor Avtur Mulai 2027

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan, kilang Balikpapan bukan sekadar tumpukan besi dan pipa, melainkan mesin penyelamat devisa negara.

"Jadi dengan RDMP ini, kita bisa hemat devisa hingga Rp60 triliun lebih per tahunnya," ujarnya di Balikpapan, Senin (12/1/2025).

Baca Juga:
Siap Resmikan RDMP Balikpapan, Prabowo: Kita Hemat Banyak Devisa dan Tak Perlu Lagi Impor BBM

Menurut data PT Pertamina (Persero), modernisasi kilang ini dapat menurunkan impor energi sebesar Rp68 triliun per tahun. Angka itu terdiri dari penurunan impor bensin sebesar Rp44,6 triliun, impor solar sebesar Rp14,9 triliun, impor avtur senilai Rp5,4 triliun, dan LPG sebesar Rp2,9 triliun.

Baca Juga:
Presiden Prabowo Resmikan Kilang Minyak Balikpapan 

Penurunan ini, ujar Bahlil, bisa terjadi berkat peningkatan kapasitas produksi RDMP Balikpapan yang signifikan pascamodernisasi. 

Sebelumnya, kilang ini hanya mampu mengolah minyak mentah sebesar 260 ribu barel per hari. Namun, kini melompat menjadi 360 ribu barel per hari. Tambahan 100 ribu barel ini, kata Bahlil, sangat krusial untuk menekan impor BBM.

Tak hanya meningkatkan kapasitas produksi BBM dalam negeri, kilang ini juga bisa memproduksi bahan bakar yang lebih ramah lingkungan. "Yang sekarang produknya sudah setara standar Euro 5 dan ini menuju kepada net zero emission," kata dia.

Lebih lanjut, Bahlil mengatakan, RDMP Balikpapan akan memproduksi BBM jenis bensin sebesar 5,8 juta kiloliter (kl) dan solar sebesar 1,8 juta kl per tahun. Dengan demikian, Indonesia diharapkan bisa menekan impor bensin ke angka 19 juta kl dan menyetop total impor solar di tahun ini.

"Atas perintah Bapak Presiden, untuk solar insyaallah kita tidak ada lagi impor ke depannya. Karena kebutuhan solar kita 38 juta kiloliter, dan dengan tambahan produksi dari sini, kita bahkan bisa surplus sekitar 1,4 juta kiloliter," kata Bahlil.

Pengoperasian penuh RDMP Balikpapan diharapkan menjadi tonggak baru kedaulatan energi Indonesia, sekaligus memperkuat ketahanan fiskal melalui pengurangan impor BBM.

(Dhera Arizona)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Jalan Pantura Kudus-Pati Terendam Banjir, Arus Lalin Tersendat hingga 2 Kilometer
• 8 jam lalurepublika.co.id
thumb
OJK Nilai Lonjakan Harga Emas Untungkan Usaha Pergadaian dan Bullion
• 11 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Iran Peringatkan Trump: Israel, Pangkalan Militer AS Bisa Jadi Sasaran Pembalasan
• 20 jam laluokezone.com
thumb
Simpanse melek huruf di Jepang mati di usia 49 tahun
• 5 jam laluantaranews.com
thumb
Prabowo: Pemikiran Neoliberal Tidak Cocok untuk Indonesia
• 18 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.