Empat Migran Tewas dalam Tahanan ICE AS di Awal Januari 2026

metrotvnews.com
3 jam lalu
Cover Berita

Washington: Sebanyak empat migran meninggal dunia saat berada di tahanan otoritas imigrasi Amerika Serikat selama 10 hari pertama 2026, menurut siaran pers pemerintah. Ini terjadi setelah catatan jumlah kematian dalam tahanan mencapai rekor tahun lalu di bawah pemerintahan Presiden AS Donald Trump.

Dikutip dari India Today, Selasa, 13 Januari 2026, kematian melibatkan dua migran asal Honduras, satu dari Kuba, dan satu lainnya dari Kamboja. Seluruh kejadian berlangsung antara 3 hingga 9 Januari, menurut Badai Imigrasi dan Bea Cukai Amerika Serikat (ICE).

Gelombang kematian dalam tahanan tersebut bertepatan dengan penembakan fatal terhadap Renee Good, seorang ibu tiga anak di Minnesota, oleh seorang personel ICE. Penembakan itu memicu aksi protes di Minneapolis serta sejumlah kota lain di seluruh Amerika Serikat.

Pemerintahan Trump berupaya meningkatkan deportasi dan telah menambah jumlah migran yang ditahan. Hingga 7 Januari, data ICE menunjukkan lembaga tersebut menahan sekitar 69.000 orang. Angka ini diperkirakan akan terus meningkat setelah Kongres AS mengesahkan suntikan dana besar bagi ICE pada tahun lalu.

Sedikitnya 30 orang meninggal dunia dalam tahanan ICE sepanjang 2025, angka tertinggi dalam dua dekade terakhir, berdasarkan data lembaga tersebut.

Direktur advokasi Detention Watch Network, Setareh Ghandehari, menyebut tingginya angka kematian tersebut sebagai sesuatu yang “benar-benar mencengangkan” dan mendesak pemerintah untuk menutup pusat-pusat penahanan. US Department of Homeland Security dan ICE tidak segera menanggapi permintaan komentar.

Tahanan asal Kuba, Geraldo Lunas Campos (55), meninggal pada 3 Januari di Camp East Montana, sebuah lokasi penahanan yang dibuka oleh pemerintahan Trump di area Fort Bliss, Texas. ICE menyatakan tengah menyelidiki kematian Lunas, seraya menambahkan bahwa ia sempat bersikap mengganggu, ditempatkan dalam isolasi, dan kemudian ditemukan dalam kondisi kritis. Ia dinyatakan meninggal dunia oleh petugas medis darurat.

Dua pria asal Honduras, yakni Luis Gustavo Nunez Caceres (42) dan Luis Beltran Yanez-Cruz (68), meninggal dunia di rumah sakit di Houston dan Indio, California, masing-masing pada 5 dan 6 Januari. Keduanya meninggal setelah mengalami masalah terkait jantung, menurut ICE.

Sementara itu Parady La (46), warga Kamboja, meninggal pada 9 Januari setelah mengalami gejala putus obat yang parah di Pusat Penahanan Federal di Philadelphia. Pemerintahan Trump mulai menggunakan fasilitas tersebut pada tahun lalu.

Pemerintahan Trump juga secara signifikan mengurangi jumlah migran yang dibebaskan dari tahanan atas dasar kemanusiaan, sebuah kebijakan yang mendorong sebagian migran untuk menerima deportasi.

Baca juga:  Menteri Keamanan AS Tuduh Pejabat Minnesota Politisasi Kasus Penembakan ICE


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Tekan Disparitas, Pemerintah Bakal Terapkan Beras Satu Harga
• 17 jam lalumetrotvnews.com
thumb
APBN 2025 Tekor Rp695,1 Triliun, 2026 Diperkirakan Rp689,1 Triliun
• 17 jam lalucelebesmedia.id
thumb
TERPOPULER: Dearly Joshua Bongkar Tabiat Buruk Ari Lasso hingga Ngaku Cuma Jadi Pengurus Selama Pacaran
• 4 jam laluviva.co.id
thumb
Menkes Ungkap Relawan Nakes Harus ke Malaysia Dulu Untuk Sampai Aceh
• 15 jam laludisway.id
thumb
Ajakan Bobotoh ke Gaston Avila Gabung ke Persib sebagai Pengganti Federico Barba
• 22 jam lalufajar.co.id
Berhasil disimpan.