Pada penutupan perdagangan Senin (12/1), harga komoditas tercatat mayoritas naik. Minyak mentah, Crude Palm Oil (CPO), nikel dan timah terpantau naik. Berikut ini selengkapnya:.
Minyak MentahHarga minyak dunia naik dan ditutup di level tertinggi dalam tujuh pekan pada Senin (12/1), dipicu kekhawatiran ekspor Iran dapat menurun seiring negara anggota OPEC yang tengah dikenai sanksi itu memperketat penindakan terhadap demonstrasi anti-pemerintah.
Kenaikan harga tersebut tertahan oleh ekspektasi bahwa pasokan minyak bisa meningkat dari Venezuela, negara anggota OPEC lain yang juga berada di bawah sanksi.
Mengutip Reuters, harga minyak Brent naik 53 sen atau 0,8 persen dan ditutup di level USD 63,87 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat naik 38 sen atau 0,6 persen menjadi USD 59,50 per barel. Penutupan tersebut merupakan level tertinggi Brent sejak 18 November dan tertinggi WTI sejak 5 Desember.
Iran menyatakan tetap membuka jalur komunikasi dengan Washington, di tengah Presiden AS Donald Trump mempertimbangkan respons atas penindakan berdarah terhadap aksi protes nasional, yang disebut sebagai salah satu tantangan terberat terhadap pemerintahan ulama sejak Revolusi Islam 1979.
Pada Minggu, Trump mengatakan AS kemungkinan akan bertemu dengan pejabat Iran. Ia juga mengancam kemungkinan aksi militer menyusul kekerasan mematikan terhadap para demonstran.
Batu BaraHarga batu bara terpantau tetap pada penutupan perdagangan Senin (12/1). Berdasarkan situs tradingeconomics, harga batu bara berada di posisi USD 107,30 per ton.
CPOHarga minyak kelapa sawit atau CPO naik pada penutupan perdagangan Senin. Harga CPO berdasarkan situs Barchart naik 0,49 persen menjadi MYR 4.080 per ton.
NikelHarga nikel terpantau naik pada penutupan perdagangan Senin. Harga nikel berdasarkan London Metal Exchange (LME) naik 1,05 persen menjadi USD 17.888 per ton.
TimahKemudian, harga timah naik 5,28 persen pada penutupan perdagangan Senin. Harga timah berdasarkan situs London Metal Exchange (LME) berada di USD 47.967 per ton.





