Jakarta, IDN Times - Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, berjanji untuk mengatasi meningkatnya keresahan ekonomi yang telah menyebabkan gelombang protes nasional dalam beberapa pekan terakhir. Pemerintahnya mengaku siap mendengarkan para pengunjuk rasa, serta mendesak masyarakat untuk mencegah perusuh dan unsur teroris menimbulkan kekacauan.
Pezeshkian mengatakan pihaknya telah mendengar kekhawatiran para pemilik toko dan akan menyelesaikan masalah mereka dengan cara apa pun yang diperlukan. Pemimpin Iran itu mendesak masyarakat untuk tidak membiarkan perusuh mengganggu negara tersebut.
"Masyarakat memiliki kekhawatiran, kita harus duduk bersama mereka dan jika itu adalah tugas kita, kita harus menyelesaikan kekhawatiran mereka, tetapi tugas yang lebih tinggi adalah tidak membiarkan sekelompok perusuh datang dan menghancurkan seluruh masyarakat," kata Pezeshkian, dikutip The Times of India.
Gelombang protes yang kian meluas di Iran kini telah memasuki minggu ketiga. Aksi protes telah berkembang dari keluhan ekonomi menjadi pertentangan yang lebih luas terhadap pemerintah Teheran, dan menjadi yang terbesar sejak gerakan 2022-2023 yang dipicu oleh kematian Mahsa Amini dalam tahanan.





