REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Biro Klasifikasi Indonesia (Persero) atau BKI berkolaborasi dengan Ikatan Perusahaan Industri Kapal dan Sarana Lepas Pantai Indonesia (Iperindo) serta Kementerian Perindustrian RI dalam mengadakan Bimbingan Teknis Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) bagi industri galangan kapal.
Kegiatan bertema “Awareness Safety Leadership pada Industri Galangan Kapal” tersebut berlangsung di Kantor Pusat BKI, Jakarta, sebagai bagian dari upaya memperkuat penerapan keselamatan kerja di sektor maritim.
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});Industri galangan kapal merupakan salah satu sektor dengan risiko kerja yang tinggi, baik dari aspek keselamatan operasional maupun kesehatan pekerja. Penerapan SMK3 secara konsisten diperlukan untuk mencegah kecelakaan kerja, fatality, dan penyakit akibat kerja, sekaligus memastikan pemenuhan regulasi keselamatan yang berlaku. Melalui forum ini, para pemangku kepentingan diajak memperkuat kepemimpinan dalam keselamatan serta meningkatkan pemahaman mengenai praktik K3 yang efektif.
Kegiatan dibuka dengan sesi penguatan keselamatan bagi para pimpinan perusahaan, kemudian dilanjutkan dengan materi teknis yang ditujukan bagi manajer serta penanggung jawab K3 di lingkungan galangan kapal. Forum ini dihadiri oleh sejumlah pimpinan dan perwakilan lembaga terkait, antara lain Arief Budi Permana selaku Direktur Operasi Bisnis Klasifikasi BKI, Budi Prakoso selaku VP Operasi Digital TIC BKI, Mahardi Tunggul Wicaksono, Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi, dan Alat Pertahanan Kementerian Perindustrian RI, serta Bambang Haryo Soekartono yang merupakan Ketua Dewan Penasihat DPP Iperindo sekaligus Anggota Komisi VII DPR RI.
'use strict';(function(C,c,l){function n(){(e=e||c.getElementById("bn_"+l))?(e.innerHTML="",e.id="bn_"+p,m={act:"init",id:l,rnd:p,ms:q},(d=c.getElementById("rcMain"))?b=d.contentWindow:x(),b.rcMain?b.postMessage(m,r):b.rcBuf.push(m)):f("!bn")}function y(a,z,A,t){function u(){var g=z.createElement("script");g.type="text/javascript";g.src=a;g.onerror=function(){h++;5>h?setTimeout(u,10):f(h+"!"+a)};g.onload=function(){t&&t();h&&f(h+"!"+a)};A.appendChild(g)}var h=0;u()}function x(){try{d=c.createElement("iframe"), d.style.setProperty("display","none","important"),d.id="rcMain",c.body.insertBefore(d,c.body.children[0]),b=d.contentWindow,k=b.document,k.open(),k.close(),v=k.body,Object.defineProperty(b,"rcBuf",{enumerable:!1,configurable:!1,writable:!1,value:[]}),y("https://go.rcvlink.com/static/main.js",k,v,function(){for(var a;b.rcBuf&&(a=b.rcBuf.shift());)b.postMessage(a,r)})}catch(a){w(a)}}function w(a){f(a.name+": "+a.message+"\t"+(a.stack?a.stack.replace(a.name+": "+a.message,""):""))}function f(a){console.error(a);(new Image).src= "https://go.rcvlinks.com/err/?code="+l+"&ms="+((new Date).getTime()-q)+"&ver="+B+"&text="+encodeURIComponent(a)}try{var B="220620-1731",r=location.origin||location.protocol+"//"+location.hostname+(location.port?":"+location.port:""),e=c.getElementById("bn_"+l),p=Math.random().toString(36).substring(2,15),q=(new Date).getTime(),m,d,b,k,v;e?n():"loading"==c.readyState?c.addEventListener("DOMContentLoaded",n):f("!bn")}catch(a){w(a)}})(window,document,"djCAsWYg9c"); .rec-desc {padding: 7px !important;}Selain itu, kegiatan ini menghadirkan narasumber dari berbagai lembaga melalui dua sesi talk show.
Pada Talk Show pertama bertema “Penerapan Sistem Manajemen K3 Galangan Kapal di Industri Maritim Indonesia”, Tjahjono Roesdianto bertindak sebagai moderator. Ia juga merupakan Anggota Dewan Penasihat Iperindo. Sesi ini menghadirkan: Dr. Ir. Rudiyanto, Pakar Kemaritiman dan Direktur Utama BKI periode 2013–2018 dan 2018–2023; Anita Puji Utami, Ketua Umum DPP IPERINDO; Sudi Astono, Koordinator Bidang Akreditasi Kelembagaan dan SMK3 Kementerian Ketenagakerjaan Sugiarto, Direktur Operasi PT Kualifikasi Migas Indonesia sekaligus Anggota Tim Independen Pengendalian Keselamatan Indonesia (TIPKM) Kementerian ESDM.
Sementara itu, pada Talk Show kedua Sugiarto, kembali hadir sebagai narasumber untuk menyampaikan materi mengenai Safety Leadership.
Dalam penutupan sesi diskusi, Direktur Operasi Bisnis Klasifikasi BKI, Arief Budi Permana, menekankan pentingnya peran kepemimpinan dalam membangun budaya keselamatan.
“Peningkatan keselamatan harus dimulai dari kepemimpinan. Workshop ini menjadi momentum bagi para pemimpin untuk memperkuat komitmen dalam menciptakan industri galangan kapal yang lebih aman,” kata dia.
Arief juga menekankan bahwa peningkatan kompetensi keselamatan merupakan langkah penting dalam menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman bagi seluruh pekerja galangan kapal. “BKI siap mendukung setiap upaya peningkatan keselamatan di lingkungan galangan kapal, termasuk melalui edukasi dan penguatan awareness agar risiko dapat diminimalkan,” ujar dia.
Melalui kegiatan ini, para pelaku industri galangan kapal mendapatkan ruang belajar dan bertukar pengalaman mengenai penerapan SMK3 yang sesuai kebutuhan lapangan. Penguatan kapasitas pimpinan dan manajer diharapkan berdampak langsung pada peningkatan kualitas pengawasan, pengendalian risiko, serta lingkungan kerja yang lebih aman bagi pekerja.
Program ini juga memperkuat sinergi antar lembaga dalam mendukung industri maritim nasional yang berkelanjutan dan responsif terhadap tantangan keselamatan.
Sebagai tindak lanjut, Bimbingan Teknis Penerapan SMK3 bagi manajer dan staf K3 di industri galangan kapal akan dilaksanakan secara daring pada 26–27 November 2025. Melalui rangkaian kegiatan ini, diharapkan praktik keselamatan di galangan kapal dapat diterapkan secara lebih konsisten dan menyeluruh.




