Fajar.co.id, Jakarta — Polda Metro Jaya sudah melimpahkan berkas tiga tersangka kasus ijazah Jokowi ke Kejaksaan. Yakni Roy Suryo, Rismon Sianipar, dan Dokter Tifa.
Penyerahan berkas dari Kepolisian ke Kejaksaan ini terasa lama, karena kasus ijazah Jokowi ini menyita perhatian publik yang luar biasa. Alasan kehati-hatian menjadi alasan yang mengemuka, selain usulan dari tersangka yang mesti diakomodir penyidik.
Adapun usulan agar ijazah Jokowi diuji Labfor Independen, tak lagi dipenuhi penyidik dan penyidik memilih melimpahkan berkasnya ke Kejaksaan. Hal ini pun menjadi babak baru dalam kasus ini.
Sementara itu, lima tersangka lainnya belum, bahkan diperiksa sebagai tersangka pun belum pernah. Polda bahkan mengaku netral kalau ada rencana restorative justice dari para pihak dan itu sudah dimulai dengan dua tersangka, yakni Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis. Keduanya mendatangi rumah pelapor Jokowi, di Solo.
Menurut penulis yang juga pemerhati sosial politik, Erizal, Roy Suryo, Rismon, dan Tifa harus benar-benar fokus terhadap nasib mereka.
“Selain ditinggalkan lima tersangka lainnya, agaknya merekalah yang dijadikan target dalam kasus ini. Bukan lima tersangka, tapi tiga tersangka,” kata Erizal, dikutip dari akun media sosialnya, Selasa (13/1/2026).
Adapun, lanjut Erizal, tiga tersangka lainnya masih tetap solid. Itu sudah tidak penting. TPUA (Tim Pembela Ulama dan Aktivis) ini bisa dikatakan sudah masuk angin. Mereka yang memulai mereka pula yang melarikan diri. Tragis.
Kasihan Bambang Tri dan Gus Nur, yang dulu mereka bela. Merasakan ‘kerasnya’ dinding penjara selama 5 tahun. Seharusnya Eggi Sudjana memilih langkah yang saat ini diambilnya, sejak dulu. Giliran klainnya masuk penjara, ia keras sekeras batu karang. Tidak ada cerita kompromi. Tapi giliran ia yang akan masuk penjara, ia malah memilih jalan damai. Memperburuk citra aktivis Islam saja. Mudah dipecah dan mudah diiming-imingi.
Pendukung Jokowi kini seperti mengelu-elukan Eggi Sudjana. Padahal kelompok inilah yang dituduhnya “Islam Garis Keras” sebagai pembenci Jokowi. Kini label “Islam Garis Keras” itu dikatakannya arif, logis, bijaksana, dan mengutamakan silaturahmi.
“Entah apa label terhadap Roy Suryo, Rismon, dan Tifa, yang akan ditempelkan? Roy Suryo, Rismon, dan Tifa, memang harus fokus. Fokus terhadap diri sendiri, dan lawanmu yang memang tidak ringan, meski tak lagi menjabat,” tutup Erizal. (sam/fajar)




