Pascaditertibkan, PKL Depan RSCM Masih Kucing-kucingan

metrotvnews.com
3 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Kawasan depan Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jalan Pangeran Diponegoro, Jakarta Pusat, kembali menjadi perhatian terkait keberadaan pedagang kaki lima (PKL) dan parkir liar. Meski telah dilakukan penertiban dan penjagaan rutin oleh Satpol PP, praktik berdagang di atas trotoar masih kerap terjadi dengan pola kucing-kucingan.

Pantauan di lokasi pada Senin, 12 Januari 2026 menunjukkan kondisi trotoar relatif lebih lengang pada jam-jam tertentu. Namun, saat pengawasan petugas mengendur, sejumlah PKL kembali memanfaatkan ruang pejalan kaki untuk berjualan, terutama pada siang hingga menjelang sore hari.

PKL di kawasan depan RSCM mengakui adanya penjagaan rutin dari Satpol PP. Penertiban dilakukan pada jam-jam tertentu untuk mengosongkan trotoar dari aktivitas berdagang dan parkir liar.

“Di rumah ya, anak-anak, butuh jajan, butuh masak,” ungkap salah satu pedagang kaki lima yang berdagang di kawasan depan RSCM tersebut kepada jurnalis MetroTVNews.com. 

Para pedagang menyebut tekanan ekonomi menjadi alasan utama mereka tetap berjualan meski mengetahui risiko penertiban. Mereka juga menanggapi keluhan kemacetan di kawasan tersebut dengan sudut pandang berbeda, yang menurut mereka bukan semata akibat aktivitas berdagang di trotoar.

“Serba salah dagang disini, ntar pengunjung komen kalau gaada mau gimana kita, karena kalau di dalam sepiring, disini bisa tiga piring,” ujar pedagang lainnya yang berjualan di kawasan itu.

Baca Juga :

Jadi Biang Kerok Macet, Satpol PP Bersihkan PKL dan Parkir Liar di Depan RSCM

Penyebab kemacetan versi PKL
Pedagang menyebut kemacetan di depan RSCM lebih dipengaruhi oleh lampu merah di persimpangan Jalan Pangeran Diponegoro. Menurut mereka, antrean kendaraan yang mengular terjadi akibat kendaraan berhenti saat lampu merah, bukan semata karena aktivitas pedagang kaki lima.

Saat ditanya soal kekhawatiran terhadap penertiban, para pedagang mengaku sudah terbiasa. Mereka memahami risiko barang dagangan disita dan proses sidang jika tertangkap petugas. Meski demikian, kebutuhan ekonomi membuat mereka tetap mengambil peluang berjualan saat petugas tidak berjaga.

Pola berdagang pun menyesuaikan jam pengawasan Satpol PP. Pedagang menyebut penjagaan biasanya dilakukan pada pagi hari sekitar pukul 07.00 hingga 10.00, lalu kembali pada sore hari sekitar pukul 15.00 hingga 17.00. Di luar jam tersebut, pedagang kembali mengisi kawasan trotoar.

Trotoar depan RSCM selama ini dikenal sebagai salah satu titik rawan pelanggaran fungsi ruang publik, baik oleh pedagang kaki lima maupun parkir liar. Kondisi tersebut kerap dikeluhkan karena mengganggu pejalan kaki dan memicu kemacetan.

Satpol PP Jakarta Pusat rutin melakukan penertiban untuk mengembalikan fungsi trotoar sesuai peruntukannya. Namun, tingginya aktivitas pengunjung rumah sakit serta tekanan ekonomi membuat praktik berdagang terus berulang.

Fenomena kucing-kucingan antara pedagang dan petugas pun masih terjadi hingga kini. Penertiban bersifat situasional, sementara kebutuhan ekonomi mendorong pedagang kembali memanfaatkan ruang publik saat pengawasan melemah.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Penolakan Praperadilan Erwin: Hakim Nyatakan Penetapan Tersangka Sudah Sesuai Prosedur Hukum
• 15 jam lalupantau.com
thumb
4 Wakil Indonesia Resmi ke India Open 2026, Jonatan Christie dkk Target Podium Top
• 7 jam laludisway.id
thumb
BMKG Deteksi Pusat Tekanan Rendah di Samudera Hindia, Potensi Cuaca Ekstrem di NTB dan Sekitarnya
• 2 jam lalupantau.com
thumb
Prabowo Mendarat di IKN, Kunjungan Perdana sebagai Presiden
• 16 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Keluarga Thom Haye dapat Teror Pembunuhan Usai Persib Kalahkan Persija
• 22 jam lalumedcom.id
Berhasil disimpan.