Penyelidikan terhadap Powell Picu Aksi Jual pada Dolar AS

idxchannel.com
6 jam lalu
Cover Berita

Dolar bertahan di zona pelemahan pada Selasa (13/1/2026) setelah pemerintahan Trump membuka penyelidikan kriminal terhadap Ketua Federal Reserve Jerome Powell.

Penyelidikan terhadap Powell Picu Aksi Jual pada Dolar AS. Foto: AP.

IDXChannel - Dolar Amerika Serikat (AS) bertahan di zona pelemahan pada Selasa (13/1/2026) setelah pemerintahan Trump membuka penyelidikan kriminal terhadap Ketua Federal Reserve Jerome Powell. Hal ini, otomatis mengancam independensi bank sentral dan kepercayaan terhadap aset-aset Amerika Serikat (AS).

Investor masih berusaha mencerna kabar penyelidikan yang terungkap pada Minggu malam. Langkah ini menuai kecaman dari mantan pimpinan The Fed dan menandai eskalasi drastis dalam kampanye presiden AS untuk menekan bank sentral agar memangkas suku bunga lebih cepat.

Baca Juga:
Harga Emas Tembus USD4.600, Ketidakpastian The Fed Picu Aksi Buru Safe Haven

Reaksi pasar sejauh ini adalah aksi jual terhadap dolar dan obligasi pemerintah AS (Treasuries), sementara kegelisahan juga mendorong sebagian investor mencari aset aman seperti emas. 

Namun, tekanan jual tersebut masih jauh lebih terukur dibandingkan gejolak yang terjadi setelah Trump memberlakukan tarif besar-besaran pada April lalu.

Baca Juga:
Powell Sebut Penyelidikan Kriminal Terhadap Dirinya Ancam Independensi The Fed

"Episode ini relatif ringan, dengan pelemahan USD dan UST yang hanya terbatas, karena pasar kemungkinan menilai ini sebagai bentuk ancaman yang pada akhirnya akan berlalu,” kata Kepala Riset Makro Mizuho untuk Asia di luar Jepang, Vishnu Varathan, dilansir Reuters.

Euro stabil di level USD1,1663 pada perdagangan awal Asia, setelah sempat naik hingga 0,5 persen pada sesi sebelumnya. Pound sterling juga relatif tidak berubah di USD1,3463, mempertahankan kenaikan 0,47 persen pada Senin.

Baca Juga:
Wall Street Dibuka Melemah, Pasar Khawatir dengan Independensi The Fed

Franc Swiss mendapat tambahan permintaan sebagai aset aman dan sedikit menguat ke 0,7974 per dolar, sementara indeks dolar terakhir berada di 98,92, mencatat hari terburuknya dalam tiga pekan pada sesi sebelumnya.

Meski langkah terbaru pemerintahan Trump ini belum banyak mengubah ekspektasi pasar akan dua kali pemangkasan suku bunga The Fed tahun ini, isu tersebut menimbulkan pertanyaan serius mengenai otonomi bank sentral, fondasi utama kebijakan ekonomi AS dan pilar penting sistem keuangan.

Fitch Ratings menyatakan bahwa independensi The Fed merupakan faktor pendukung utama bagi peringkat utang negara AS di level AA+.

Imbal hasil obligasi pemerintah AS sedikit melemah pada Selasa setelah menguat di sesi sebelumnya, dengan yield obligasi acuan tenor 10 tahun terakhir di 4,1713 persen. Yield obligasi dua tahun bertahan dekat level tertinggi tiga pekan pada Senin, di 3,5323 persen.

(NIA DEVIYANA)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Titik Banjir Jakarta Bertambah Jadi 57 RT dan 39 Ruas Jalan Sore Ini
• 21 jam laludetik.com
thumb
PDIP Kritik Pemotongan Anggaran Transfer, Desak Alokasi yang Adil untuk Daerah
• 20 jam lalusuara.com
thumb
Target Lifting 2025 Tercapai, Pakar Ungkap Peran Krusial Pertamina
• 18 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Kenapa Lansia Bersikap seperti Anak Kecil? Ini Penjelasan dan Cara Menghadapinya
• 18 jam laluinsertlive.com
thumb
Merasa Sering Lapar di Cuaca Dingin? Ternyata Ini Alasannya
• 18 jam lalubeautynesia.id
Berhasil disimpan.