Penulis: Lidya Thalia.S
TVRINews, Jakarta
Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota (Tamhut) Jakarta Utara menuntaskan penanganan 29 kejadian pohon tumbang dan sempal yang terjadi akibat hujan lebat disertai angin kencang pada Senin, 12 Januari 2026.
Kepala Seksi Jalur Hijau dan Pemakaman Sudin Tamhut Jakarta Utara, Habib Prabandoko, mengatakan seluruh laporan warga yang masuk langsung ditindaklanjuti oleh petugas di lapangan.
“Sejak pagi hingga sore kami menerima 29 laporan dan semuanya sudah berhasil ditangani dengan cepat,” kata Habib dalam keterangan tertulis, Selasa, 13 Januari 2026.
Ia menjelaskan, pohon yang terdampak terdiri dari berbagai jenis, mulai dari angsana, mahoni, trembesi, mangga, petai cina, beringin, hingga bambu. Ukuran pohon bervariasi dengan diameter sekitar 10 hingga 60 sentimeter dan tinggi mencapai 12 sampai 25 meter.
Pohon-pohon tersebut tumbang maupun sempal di sejumlah lokasi, mulai dari ruas jalan utama, kawasan permukiman, taman, hingga area pemakaman. Menurut Habib, petugas memprioritaskan penanganan di lokasi yang berpotensi membahayakan keselamatan warga dan mengganggu kelancaran lalu lintas.
Dalam seluruh kejadian tersebut, tidak ditemukan korban jiwa maupun kerugian materi yang berarti. Hanya satu insiden yang mengenai fasilitas umum, yakni sebuah tiang lampu di kawasan Taman GG CC, Kelurahan Rawa Badak Utara.
“Semua sudah berhasil kami evakuasi agar tidak menghambat aktivitas dan mobilitas warga,”jelasnya.
Untuk memastikan proses penanganan berjalan maksimal, Sudin Tamhut Jakarta Utara mengerahkan 56 personel yang dibagi dalam tim di setiap kecamatan, dibantu satu tim tambahan. Selain itu, sembilan unit armada juga diturunkan, termasuk kendaraan pengangkut sisa material pohon.
Habib juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, terutama saat terjadi hujan deras dan angin kencang. Warga diminta segera melapor jika menemukan pohon yang berpotensi membahayakan.
“Jika ada pohon yang terlihat miring, lapuk, atau rawan tumbang, segera laporkan agar bisa segera ditangani,”ungkapnya.
Sementara itu, Dewa (35), warga sekaligus pengelola RPTRA Sungai Bambu, menyampaikan apresiasi atas respons cepat petugas yang menangani pohon beringin berdiameter sekitar 60 sentimeter yang tumbang di wilayahnya.
“Petugas bergerak cepat sehingga area RPTRA kembali aman dan bisa digunakan warga,”tutur Dewa.
Editor: Redaktur TVRINews


