Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mencatat Gunung Merapi keluarkan awan panas guguran pada Selasa (13/1) dini hari.
"Terjadi awan panas guguran di Gunung Merapi Selasa, (13/01/2026) pukul 03:29 WIB. Estimasi jarak luncur 1.000 meter dengan amplitudo maks 41 mm durasi 123,07 detik. Visual berkabut arah angin ke barat laut," jelas Kepala BPPTKG Agus Budi Santoso dalam keterangan resminya.
Berdasarkan Laporan Aktivitas Gunung Merapi Periode Pengamatan 13 Januari pukul 00.00-06.00 WIB, Merapi teramati mengeluarkan sejumlah guguran lava.
"Teramati 5 kali guguran lava ke arah Barat Daya (Kali Sat/Putih dan Kali Bebeng) dengan jarak luncur maksimum 1.900 meter," katanya.
Sampai saat ini, status Gunung Merapi tidak berubah, yaitu level III atau siaga.
Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya yaitu Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak dan Bebeng sejauh maksimal 7 km.
Lalu, pada sektor tenggara potensi bahaya meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km.
Apabila terjadi letusan eksplosif maka lontaran material vulkanik dapat menjangkau radius 3 kilometer dari puncak.




