6 Cara Sederhana Membantu Tubuh Melakukan Detoks Secara Alami

cnbcindonesia.com
2 jam lalu
Cover Berita
Foto: Ilustrasi tidur (溢 徐 from Pixabay)

Jakarta, CNBC Indonesia - Di tengah tren diet detoks dan pembersihan tubuh secara instan, para ilmuwan mengingatkan, tubuh manusia sejatinya telah dibekali sistem pembersihan racun yang sangat efektif. Organ seperti hati, ginjal, paru-paru, dan otak bekerja sepanjang waktu untuk membuang zat berbahaya tanpa perlu bantuan program detoks ekstrem.

Baca: 5 Gejala Awal Ginjal Rusak Diam-Diam, Termasuk Sulit Tidur



Ahli kesehatan menilai, klaim puasa jus atau keringat berlebihan dapat mengeluarkan racun, tidak memiliki dasar ilmiah yang kuat. Sebaliknya, melansir BBC, ada sejumlah langkah sederhana berbasis sains yang justru terbukti membantu proses detoks alami tubuh.

Perbanyak Konsumsi Serat
Serat memainkan peran penting dalam membantu tubuh membuang zat berbahaya. Penelitian menunjukkan serat dapat mengikat logam berat seperti timbal, arsenik, dan tembaga, membantu proses pengeluarannya melalui sistem pencernaan. Serat juga membantu menurunkan kolesterol, mengurangi peradangan, serta menekan risiko penyakit jantung, diabetes tipe 2, hingga kanker usus.

Sumber serat terbaik berasal dari makanan nabati seperti kacang-kacangan, lentil, buncis, sayuran hijau, buah kering, oatmeal, roti gandum, serta buah dan biji-bijian.

Cukupi Asupan Air
Air membantu ginjal dan hati membuang limbah metabolisme seperti natrium dan urea. Dehidrasi ringan sekalipun dapat menghambat fungsi ginjal dan meningkatkan risiko gangguan ginjal dalam jangka panjang.

Ahli merekomendasikan asupan cairan sekitar 1,5-1,8 liter per hari bagi kebanyakan orang. Air putih, susu rendah lemak, teh, dan kopi tanpa gula termasuk dalam asupan cairan harian.

Jaga Kesehatan Paru-Paru
Produk pembersih paru instan yang beredar luas dinilai tidak efektif dan berpotensi berbahaya. Cara terbaik menjaga paru-paru adalah menghindari polusi sejak awal seperti berhenti merokok, menjauhi asap rokok, mengurangi penggunaan produk rumah tangga dengan bahan kimia volatil, serta menjaga kualitas udara dalam ruangan.

Olahraga kardiovaskular dan latihan pernapasan juga terbukti membantu meningkatkan kapasitas dan kesehatan paru.

Tidur Cukup
Saat tidur, cairan serebrospinal mengalir di sekitar sel otak untuk membersihkan limbah metabolisme, termasuk protein beta-amiloid yang terkait dengan penyakit Alzheimer. Kurang tidur menghambat proses ini dan menurunkan fungsi kognitif keesokan harinya.

Tidur sekitar 7 jam per malam dinilai ideal bagi sebagian besar orang untuk menjaga sistem pembersihan alami otak tetap optimal. Namun, sebagian lainnya percaya bahwa lebih baik fokus pada pilihan gaya hidup untuk meningkatkan sistem pembuangan racun alami saat tidur.

Beberapa penelitian menunjukkan, tidur miring ke kanan dapat meningkatkan pembersihan racun oleh cairan serebrospinal (meskipun perlu dicatat bahwa rata-rata orang mengubah posisi tidur sekitar 11 kali per malam).

Rutin Berolahraga, Bukan Berkeringat Berlebihan
Ilmuwan menegaskan bahwa racun tidak dikeluarkan lewat keringat. Fungsi utama keringat adalah mengatur suhu tubuh. Proses pembuangan racun terjadi terutama di hati dan ginjal, dan olahraga justru meningkatkan aliran darah ke kedua organ tersebut sehingga mempercepat proses filtrasi limbah.

Latihan aerobik, latihan kekuatan, berjalan cepat, berenang, bersepeda, hingga aktivitas ringan seperti berkebun terbukti membantu menjaga fungsi hati dan ginjal tetap optimal.

Kunci Utama Adalah Konsistensi Gaya Hidup
Para ahli menekankan, manfaat kesehatan sejati tidak datang dari program detoks jangka pendek, melainkan dari perubahan gaya hidup jangka panjang. Pola makan seimbang seperti diet Mediterania, konsumsi alkohol sesuai batas aman, olahraga teratur, serta tidur berkualitas dinilai jauh lebih berdampak daripada tren detoks sesaat.



(miq/miq)
Saksikan video di bawah ini:
Video: Kalahkan Persija, Persib Juara Super League 2025/2026

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Sopir Transjakarta Tabrak Tiang Listrik hingga Penumpang Terluka Akan Disanksi
• 6 jam laluokezone.com
thumb
KPK Beberkan Alasan Bos Maktour tidak Turut Dijadikan Tersangka Bersama Mantan Menag Yaqut
• 17 jam lalurepublika.co.id
thumb
Menurut Psikolog, Ini Hal Tentang Diri yang Tidak Boleh Dibagikan Sembarangan
• 16 jam lalubeautynesia.id
thumb
Mantan Komisaris PT IAE Iswan Ibrahim Divonis 6 Tahun Penjara Kasus Jual Beli Gas PGN
• 15 jam lalukompas.com
thumb
Novo Nordisk Paparkan Dampak Terapi GLP-1 terhadap Pola Konsumsi
• 1 menit lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.