Pemerintah Rusia mengecam apa yang disebutnya sebagai upaya "kekuatan asing" yang coba melakukan intervensi terhadap situasi terkini di Iran, yang sedang dilanda unjuk rasa antipemerintah besar-besaran.
Kecaman ini disampaikan Moskow setelah Amerika Serikat (AS) mengancam akan melakukan intervensi terhadap penindakan brutal oleh otoritas Teheran terhadap para demonstran.
Kecaman Rusia tersebut, seperti dilansir AFP dan Anadolu Agency, Selasa (13/1/2026), disampaikan oleh Sekretaris Dewan Keamanan Rusia, Sergei Shoigu, saat berbicara via telepon dengan Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Ali Larijani, pada Senin (12/1) waktu setempat.
Tanpa menyebut langsung nama AS, menurut pernyataan layanan pers Dewan Keamanan Rusia, Shoigu menyatakan dirinya "dengan tegas mengutuk upaya terbaru oleh kekuatan asing untuk melakukan campur tangan terhadap urusan internal Iran".
Komentar Shoigu ini menjadi reaksi pertama Moskow terhadap kerusuhan yang meluas di Iran beberapa hari terakhir.
Presiden Iran Masoud Pezeshkian, pada Minggu (11/1) waktu setempat, menuduh AS dan Israel "menebar kekacauan dan ketidakstabilan" dengan memicu kerusuhan di negaranya. Namun demikian, Teheran juga menyatakan bahwa pihaknya tetap membuka komunikasi dengan Washington.
Dalam percakapan telepon tersebut, Shoigu menyampaikan belasungkawa kepada Larijani atas "banyaknya korban" dalam situasi rusuh yang menyelimuti Iran.
Data terbaru dari kelompok HAM yang berbasis di AS, Human Rights Activists News Agency (HRANA), menyebutkan sedikitnya 572 orang tewas akibat penindakan keras oleh otoritas Iran terhadap unjuk rasa yang berlangsung secara nasional dalam beberapa hari terakhir.
(nvc/ita)




