Jakarta (ANTARA) - Kementerian Agama (Kemenag) menyalurkan bantuan pascabencana di Padang, Sumatera Barat, sebesar Rp1 miliar untuk rehabilitasi tiga Kantor Urusan Agama (KUA), alokasi mebel, serta donasi bagi penghulu, tokoh agama, majelis taklim terdampak bencana.
“Kehadiran kami selain memberikan bantuan, juga ingin memastikan pelayanan dasar masyarakat, khususnya keagamaan tidak terhenti,” ujar Direktur Bina KUA dan Keluarga Sakinah Kemenag Ahmad Zayadi dalam keterangannya di Jakarta, Selasa.
Bantuan untuk tokoh agama dan lembaga keagamaan diberikan kepada mereka yang terlibat langsung dalam penanganan pascabencana, termasuk pendampingan mental dan trauma healing bagi masyarakat terdampak.
Baca juga: Kemenag beri bantuan Rp155 miliar untuk bantu korban bencana banjir
Menurut Zayadi, kehadiran Kementerian Agama tidak hanya untuk menyalurkan bantuan, tetapi juga memastikan pelayanan dasar masyarakat, terlebih layanan keagamaan, tetap berjalan.
Menjelang Ramadhan, Kemenag berharap fasilitas rumah ibadah beserta para pengurusnya tetap berfungsi secara optimal.
Selain melayani pencatatan pernikahan, KUA juga memiliki peran strategis sebagai pusat layanan multifungsi, seperti konsultasi syariah, zakat, wakaf, waris, hingga penanganan konflik sosial yang berdimensi keagamaan.
Pelayanan Publik Kementerian Agama pada 2025 masuk kategori A berdasarkan hasil evaluasi Kementerian PAN dan RB. Hal itu, kata Zayadi, tidak terlepas juga dari kontribusi layanan publik di KUA.
Baca juga: Kemenag serahkan bantuan Rp37,95 miliar bagi penyintas bencana di Aceh
“Kita patut bersyukur karena Kementerian Agama berhasil meraih indeks pelayanan publik sebesar 4,61 dengan kategori A,” katanya.
“Kehadiran kami selain memberikan bantuan, juga ingin memastikan pelayanan dasar masyarakat, khususnya keagamaan tidak terhenti,” ujar Direktur Bina KUA dan Keluarga Sakinah Kemenag Ahmad Zayadi dalam keterangannya di Jakarta, Selasa.
Bantuan untuk tokoh agama dan lembaga keagamaan diberikan kepada mereka yang terlibat langsung dalam penanganan pascabencana, termasuk pendampingan mental dan trauma healing bagi masyarakat terdampak.
Baca juga: Kemenag beri bantuan Rp155 miliar untuk bantu korban bencana banjir
Menurut Zayadi, kehadiran Kementerian Agama tidak hanya untuk menyalurkan bantuan, tetapi juga memastikan pelayanan dasar masyarakat, terlebih layanan keagamaan, tetap berjalan.
Menjelang Ramadhan, Kemenag berharap fasilitas rumah ibadah beserta para pengurusnya tetap berfungsi secara optimal.
Selain melayani pencatatan pernikahan, KUA juga memiliki peran strategis sebagai pusat layanan multifungsi, seperti konsultasi syariah, zakat, wakaf, waris, hingga penanganan konflik sosial yang berdimensi keagamaan.
Pelayanan Publik Kementerian Agama pada 2025 masuk kategori A berdasarkan hasil evaluasi Kementerian PAN dan RB. Hal itu, kata Zayadi, tidak terlepas juga dari kontribusi layanan publik di KUA.
Baca juga: Kemenag serahkan bantuan Rp37,95 miliar bagi penyintas bencana di Aceh
“Kita patut bersyukur karena Kementerian Agama berhasil meraih indeks pelayanan publik sebesar 4,61 dengan kategori A,” katanya.





