Jakarta, CNBC Indonesia - Kinerja pasar mobil nasional sepanjang 2025 berakhir di bawah tekanan. Penjualan mobil dari pabrikan ke diler tercatat hanya sekitar 800 ribu unit, turun dibandingkan capaian tahun sebelumnya. Kondisi ini membuat Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia masih berhitung sebelum mematok target penjualan tahun depan.
"Proyeksi tahun 2026 masih harus dibahas dengan anggota dulu," ujar Ketua I Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Jongkie Sugiarto kepada CNBC Indonesia, dikutip Selasa (13/1/2026)
Meski pasar belum sepenuhnya pulih, Gaikindo masih menyimpan optimisme jangka menengah terhadap industri otomotif nasional. Namun, Jongkie menegaskan penetapan target tidak bisa dilepaskan dari dinamika ekonomi, kebijakan pemerintah, serta kesiapan industri dan konsumen.
Dengan kondisi 2025 yang belum ramah, pembahasan target 2026 dinilai harus realistis.
"Itu harapan kita semua (tembus di atas 1 juta unit)," kata Jongkie.
Sepanjang Januari hingga Desember 2025, Gaikindo mencatat penjualan wholesales mencapai 803.687 unit, terkoreksi 7,2% dibandingkan 2024 yang masih berada di level 865.723 unit.
Pelemahan juga terjadi di sisi ritel, dengan penjualan dari diler ke konsumen hanya mencapai 833.692 unit atau turun sekitar 6,3% secara tahunan. Tren ini mencerminkan tekanan daya beli dan kehati-hatian konsumen dalam membelanjakan kendaraan baru.
Adapun di tahun 2025 lalu Gaikindo gagal memenuhi target awal, di mana pada awal tahun ditetapkan proyeksi penjualan mobil sepanjang 2025 setidaknya sebanyak 900 ribu unit, naik sedikit dibanding 2024. Namun nyatanya penjualan hanya di 800 ribuan unit.
(dce)
/https%3A%2F%2Fcdn-dam.kompas.id%2Fimages%2F2025%2F12%2F09%2Ff7ce1b976ef2925f92f559f4eea2b381-20251201TOK23.jpg)



