FAJAR.CO.ID, MADRID — Xabi Alonso secara resmi diumumkan mundur dari jabatannya sebagai pelatih kepala di Real Madrid.
Usai kekalahan di laga El Classico Final Piala Super Spanyol, Xabi Alonso memutuskan untuk mundur.
Padahal, ia tercatat baru menjabat sebagai pelatih Real Madrid selama setengah musim sejak bergabung di musim panas 2025 lalu.
Ada beberapa kabar yang menyebut jadi alasan pelatih yang dulu berposisi sebagai gelandang itu memutuskan untuk mundur.
Diantaranya karena permasalahan masalah performa, ketegangan antara sang pelatih dengan beberapa pemain kunci di ruang ganti turut menjadi pemicu pemecatan tersebut.
Dan kini yang jadi pertanyaan berikut soal sosok pengganti Alonso di kursi kepelatihan Real Madrid.
Tim ibu kota Spanyol itu nyatanya tak butuh waktu lama, mereka langsung menunjuk Alvaro Arbeloa yang melatih tim akademi Madrid Castilla untuk jadi melatih tim senior.
Hanya saja, kualitas yang dimiliki oleh Arbeloa masih diragukan untuk memimpin tim sebesar Real Madrid.
Apalagi statusnya sebagai pelatih di tim berjuluk Los Blancos itu bukan sebagai pelatih pengganti sementara.
Melainkan, statusnya kini sebagai pelatih kepala tetap tim utama Real Madrid.
Pihak klub tidak menyebutkan adanya pencarian manajer baru, yang berarti Arbeloa adalah suksesor permanen bagi Xabi Alonso.
Kepercayaan ini sebenarnya sudah mulai muncul sejak musim panas lalu ketika Carlo Ancelotti memutuskan hengkang.
Alasan petinggi klub memilih sebagai pengganti karena dianggap memiliki karakter yang tepat untuk menenangkan gejolak yang sedang terjadi di internal tim.
Hanya saja, hal tersebut dianggap belum cukup untuk memuaskan parah fans. Mereka kembali dibuat ragu jika menilik catatan atau rekor melatih Arbeloa.
Arbeloa tercatat belum pernah memiliki pengalaman melatih klub di level senior sebelumnya. Karier kepelatihannya dimulai dari bawah, yakni menangani tim usia muda Madrid mulai dari kategori U-14 pada 2020.
Loncatan kariernya terjadi pada Mei 2025 saat ia dipercaya untuk memimpin Real Madrid Castilla.
Catatan statistiknya bersama Castilla memang masih menjadi bahan perdebatan bagi banyak pihak.
Dilansir dari data Transfermarkt, ia meraih 12 kemenangan, 3 hasil imbang, dan 8 kekalahan dari 23 pertandingan.
Parahnya lagi, catatan terburuk adalah empat kekalahan beruntun pada September lalu.
Meski akhirnya ia mampu membawah timnya bangkit menang dalam 10 dari 19 laga terakhir dan menempatkan Castilla di posisi empat klasemen.
(Erfyansyah/fajar)


