Dilansir dari laman Live Science, sungai Finke resmi dinyatakan sebagai sungai tertua yang masih mengalir di Australia. Jaringan aliran air dan saluran ini membentang lebih dari 400 mil (640 kilometer) melintasi Northern Territory dan Australia Selatan.
Kondisi kering di pusat benua membuat sungai ini hanya mengalir secara berkala, sebagian besar waktu dalam setahun sungai ini berbentuk serangkaian lubang air yang terpisah-pisah. Para ilmuwan berhasil memperkirakan usia sungai ini melalui kombinasi catatan geologis, profil pelapukan, dan pengukuran radionuklida pada sedimen serta batuan di sekitarnya.
Hasil penelitian menunjukkan sistem sungai Finke berasal dari periode Devonian (419 juta hingga 359 juta tahun lalu) atau Carboniferous (359 juta hingga 299 juta tahun lalu). Salah satu bukti terkuat terkait usia purba sungai ini adalah anomali geologis yang disebut cross-axial drainage.
Ahli geomorfologi dari University of Arizona, Victor Baker, menjelaskan alih-alih mengalir sejajar dengan struktur batuan keras seperti kuarsit, sungai Finke justru memotong formasi mineral yang tangguh ini saat melewati MacDonnell Ranges di Australia tengah.
"Ada beberapa dugaan bahwa terdapat aliran drainase yang sudah ada sebelumnya yang mengalir saat pegunungan ini terbentuk. Ini disebut anteseden yang pada dasarnya sungai ini sudah ada sebelum pegunungan terbentuk dan saat kerak bumi terangkat, dan sungai tersebut mengikis ke bawah," kata Baker dikutip Selasa, 13 Januari 2026.
Baca Juga :
Sinkhole di Sumbar, Pakar Geologi UGM Ungkap Penyebab, Dampak dan PencegahannyaPegunungan MacDonnell Ranges terbentuk sebagai bagian dari Alice Springs Orogeny, sebuah peristiwa tektonik pembentukan gunung yang terjadi 300 juta hingga 400 juta tahun lalu. Hal ini menjadikan Sungai Finke setidaknya seumuran dengan pegunungan tersebut.
Kemampuan bertahan sungai Finke selama ratusan juta tahun ini sangat luar biasa. Ahli geologi dari Colorado State University, Ellen Wohl, menjelaskan sungai bisa menghilang karena berbagai faktor seperti masuknya sedimen dalam jumlah besar atau perubahan topografi yang drastis. Namun, Australia menjadi lanskap yang sangat stabil dalam waktu yang sangat lama.
Terletak di tengah Lempeng Australia, benua ini hampir tidak mengalami aktivitas tektonik signifikan selama ratusan juta tahun terakhir. Kondisi ini yang memungkinkan sistem Sungai Finke dapat berkembang dan meluas hampir tanpa gangguan sepanjang sejarahnya.
Meski demikian, masa depan sungai Finke masih belum pasti. Wohl mengingatkan banyak sungai di wilayah kering seperti Finke sangat terpengaruh oleh penggunaan air oleh manusia.
Kondisi tersebut kemungkinan akan meningkat di masa depan seiring konsumsi air global terus meningkat dan pemanasan global membuat banyak wilayah kering menjadi semakin kering. Jika sungai Finke mengering, calon penggantinya yaitu New River yang saat ini berusia sekitar 300 juta tahun dan mengalir melalui Virginia, West Virginia, dan North Carolina. (Bramcov Stivens Situmeang)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(REN)

:strip_icc()/kly-media-production/medias/5411718/original/027752400_1763019573-hujan.jpg)



