Matamata.com - Menteri Pertahanan RI, Sjafrie Sjamsoeddin, melakukan rangkaian kunjungan kenegaraan ke Islamabad, Pakistan, Senin (12/1). Kunjungan ini bertujuan memperkuat kerja sama strategis di bidang pertahanan serta mempererat hubungan bilateral militer kedua negara.
Kepala Biro Informasi Pertahanan Setjen Kemhan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, mengonfirmasi bahwa Menhan mengawali diplomasinya dengan menemui Menteri Produksi Pertahanan Pakistan, Muhammad Raza Hayat Harraj.
"Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak membahas penguatan kerja sama pertahanan yang dilandasi Agreement on Cooperation Activities in the Field of Defence tahun 2010," ujar Rico dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (13/1).
Fokus pada Pendidikan dan SDM Rico menjelaskan, poin utama yang akan dikembangkan meliputi kerja sama pendidikan dan pelatihan militer, pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) pertahanan, serta optimalisasi forum Joint Defence Cooperation Committee (JDCC).
Setelah bertemu dengan Menhan Pakistan, Sjafrie melanjutkan agenda dengan mengunjungi Chief of Defence Forces (CDF) Pakistan, Field Marshal Syed Asim Munir, di Camp Office.
Dalam pertemuan tersebut, Sjafrie menyampaikan apresiasi atas hubungan harmonis yang selama ini terjalin antara TNI dan Angkatan Bersenjata Pakistan. Keduanya sepakat bahwa kolaborasi kedua negara berperan penting dalam menjaga stabilitas kawasan serta perdamaian internasional.
Sinergi Angkatan Udara Rangkaian diplomasi diakhiri dengan kunjungan ke Air Headquarters Pakistan Air Force (PAF). Menhan Sjafrie bertemu langsung dengan Kepala Staf Angkatan Udara Pakistan, Zaheer Ahmad Babar Sidhu.
Keduanya fokus membahas penguatan hubungan antara TNI AU dan Pakistan Air Force, khususnya terkait pertukaran pengalaman profesional antarpersonel serta program pelatihan bersama.
"Melalui kunjungan ini, kami yakin hubungan bilateral dan militer antara Indonesia dan Pakistan akan semakin erat serta memberikan dampak positif bagi pertahanan kedua negara," pungkas Rico. (Antara)
- Sah! Kilang Balikpapan Kini Terintegrasi Pipa Gas 78 Km, Langkah Nyata Menuju Swasembada Energi




