Grid.ID - Venna Melinda menangis saat mengenang almarhum ayahnya. Hubungannya yang kian membaik jelang kepergian sang ayah, menambah luka pedih yang Venna bawa sampai saat ini.
Ayah Venna Melinda, Jimmy Rekartono, meninggal dunia pada 6 Januari 2026 lalu. Kabar itu diterima Venna saat dirinya sedang berlibur di Bali.
Kabar duka meninggalnya sang ayah, menjadi pukulan telak bagi Venna Melinda. Sebab, baru belakangan ini hubungan ayah dan anak antara Venna dan Jimmy membaik.
Diakui Venna, hubungannya dengan sang ayah sempat memburuk, tatkala Venna Melinda bercerai dengan suaminya, Ivan Fadilla. Kala itu, Jimmy terang-terangan tak berdiri di pihak putrinya.
Namun, seiring waktu, keduanya melunak. Baik Venna dan sang ayah mulai bermaafan. Venna juga menyebut kalau semenjak itu, ia mulai merasakan kehadiran sang ayah secara penuh, hal mewah yang tak ia rasakan di saat muda.
“Karena mama dan papaku itu too young to be married, jadi aku sempat gak punya sosok ayah, karena mungkin papaku saat itu masih terlalu muda,” kata Venna Melinda saat jadi bintang tamu acara FYP Trans7, Selasa (13/1/2025).
Beruntung, sebelum kepergiannya, hubungan Venna dan ayahnya sudah jauh lebih baik. Venna menyebut jika ayahnya adalah garda terdepan untuk dirinya, ketika ia menikah untuk yang kedua kali dengan Ferry Irawan.
Meski Venna menikah di usia yang sudah amat matang, namun Jimmy memperlakukan Venna seperti putri kecilnya yang baru akan menikah dan berumah tangga. Bahkan, Jimmy sempat mewanti-wanti Ferry untuk menjaga Venna.
“Waktu aku nikah yang kedua, dia orang yang paling depan nanya ke yang bersangkutan (Ferry Irawan) apa jaminan kamu supaya anak saya bahagia, sampai sumpah demi Allah dan Al Quran. Padahal aku nikah sudah di usia tua ya, tapi tetap jadi anak perempuan papaku,” kenang Venna sambil menangis.
Lantaran hal itu, Jimmy pula menjadi orang pertama yang marah besar ketika mendengar putrinya menjadi korban KDRT oleh suaminya. Tak berpikir lama, kala itu Jimmy langsung datang ke Surabaya, tempat Venna mengalami kejadian mengenaskan.
Jika diingat, ketika itu video Venna Melinda sempat viral, memperlihatkan Venna tanpa hijab dengan rambut berantakan, wajahnya berlumuran darah dan berteriak-teriak ketakutan dan menyebut dirinya sebagai korban KDRT. Hal itu terjadi di sebuah hotel di Surabaya, ketika Venna Melinda melakukan kunjungan bersama mantan suaminya, Ferry Irawan.
“Dia (papa) adalah orang pertama yang datang, waktu aku ngalamin KDRT di Surabaya, papa yang nemenin aku semalaman di rumah sakit, ambilin minum segala macam,” kata Venna sambil menangis.
Kasus kekerasan itu nyatanya sempat dibawa ke ranah hukum, yang membuat Ferry Irawan mendekam di penjara. Ternyata, hal itu dilakukan Venna karena ia mendapatkan dukungan moral dari ayahnya. Jimmy meminta Venna tak menghentikan kasusnya, demi mendapatkan keadilan.
“Pokoknya jangan berhenti sampai putusan, jangan kamu maafin, ini hak hukum kamu. Sebagai manusia, iya, maafin, tapi tidak secara hukum,” kata Venna menirukan ucapan almarhum ayahnya.
Selepas kepergian sang ayah, Venna hanya bisa tetap bersyukur karena di tengah duka ini, ia masih bisa merasakan ‘kehadiran’ sosok ayah yang sejak kecil tak pernah ia rasakan. Kini, Venna hanya bisa mengenang waktu-waktu terbaik yang saat itu dipersembahkan sang papa untuk putri sulungnya.
“Karena papa yang bilang dia sudah sumpah, karena pas muda dia gak gini, belum jadi father figure, jadi kayak mau membayar. Dia selalu bilang, maaf ya kalau papa ada salah sama kamu dan Ayi adik aku, dia perbaiki sikapnya, ternyata orang bisa berubah loh,” puji Venna. (*)
Artikel Asli



